KH Tholhah Hasan: Keluarga Berperan Atasi Moralitas Bangsa

Lamongan, NU Online
Peran keluarga dalam mendidik anak sangat besar. Bahkan, baik dan buruknya moral generasi bangsa ditentukan oleh keluarga. Jika peran keluarga sangat baik, maka generasi yang muncul juga akan baik.

Mantan Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul UIama (PBNU) KH Tholhah Hasan mengatakan, buruknya moral bangsa Indonesia saat ini disebabkan merosotnya peran keluarga dalam mendidik anak.

“Mengapa terjadi kelemahan pendidikan dan moral dalam Islam. 90 dari 100 keluarga sudah tidak berfungsi sebagai pranata pendidikan atau tidak berperan baik,” kata KH Tholhah Hasan saat ceramah pada acara pelepasan siswa kelas akhir Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pondoK pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Senin (27/6).

Menurut Kiai Tholhah, kesibukan orang tua menjadi faktor utama tidak maksimalnya peran keluarga dalam mendidik anak. “Mengapa keluarga tidak bisa menjadi tenaga pendidik, 62,8 persen mempunyai alasan karena tidak punya waktu,” ungkapnya.

Dikatakannya, di tengah terpuruknya ekonomi bangsa Indonesia, orang lebih sibuk memenuhi kebutuhan hidup. ”Kalau dalam kalangan bawah waktu habis untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata mantan Menteri Agama RI tersebut.

Karena itu, Kiai Tholhah meminta masyarakat meningkatkan perannya dalam mendidik anak. Sebab, katanya, sekolah formal saja tidak cukup. “Orang itu tidak ada jaminan kecil baik kemudian besarnya jadi baik,” katanya.

Terkait pendidikan pondok pesantren, ia berharap santri lulusan pondok pesantren bisa menjadi generasi yang pintar dan teguh membela kebenaran.

“Diharapkan pondok pesantren bisa mencetak santri yang seger, pinter, dan bener, sehingga menjadi manusia yang dilahirkan mukmin, hidup mukmin dan matipun mukmin,” ungkapnya.

Sementara itu, kehadiran Kiai Tholhah di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah mendapat sambutan hangat dari keluarga besar pesantren dan masyarakat setempat.

Maklum, tokoh NU yang kini menjabat Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) ini pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren tersebut sekitar tahun 1948.

Selain Kiai Tholhah, hadir juga pada acara ini Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendiknas, Prof Dr Ahmad Yasidi dan politisi senior NU, Taufikurrahman Saleh, dan KH Nasrullah Baqir selaku tuan rumah, serta ribuan wali murid dan masyarakat setempat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: