Kiai Mutawakkil: Mari Ciptakan Ramadhan Yang Kondusif

SURABAYA – Datangnya bulan suci Ramadhan hendaknya dapat menjadi momentum bagi kaum Muslimin dan Muslimat untuk menciptakan suasana yang lebih mendukung bagi tatanan yang lebih baik.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH M Mutawakkil Alallah kepada sejumlah insan media di kantornya tadi petang (8/7). Kondusifitas yang dimaksud adalah bahwa semua elemen masyarakat dan aparat penegak hukum harus bisa menciptakan suasana yang mendukung bagi terciptanya kondisi bagi keadaan yang lebih baik.

“Kita berharap Ramadhan bisa menjadi media bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memenej emosi serta meningkatkan kesabaran sehingga termasuk hamba Allah yang mendapatkan rahmat dan ampunan dosa dari Allah SWT,” kata pengasuh PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini.

Bagi Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya, selama Ramadhan diharapkan “Semua amal ibadah akan diterima dan doa-doa kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT,” tandasnya. “Sehingga pada akhirnya kita akan sampai kepada harapan seluruh umat Muslimim dan Muslimat dengan mendapatkan predikat husnul khatimah,” lanjutnya.

Soal kemungkinan sweeping atau tindakan main hakim sendiri terhadap sejumlah tempat maksiat yang dilakukan sebagian kalangan, Kiai Mutawakkil menandaskan bahwa “Perda yang mengatur hal ini telah jelas,” tegasnya.

Karena itu Ketua PWNU Jatim yang baru saja terpilih pada Konferensi Wilayah beberapa waktu berselang ini mengharapkan agar mempercayakan penutupan tempat maksiat itu kepada petugas keamanan yakni Satpol PP dan aparat kepolisian.

“Namun pada sisi yang lain, aparat keamanan harus bertindak tegas sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya.

Hal ini harus dilakukan “Supaya tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang akan melakukan sweeping secara kasar karena itu juga akan mengganggu umat Islam yang melakukan ibadah puasa,” katanya.

Kepada para pemilik bisnis hiburan, Kiai Mutawakkil juga berharap untuk tahu diri agar kegiatannya tidak mengganggu umat Islam yang sedang melakukan ibadah puasa.

“Demikian juga kita berharap para pemilik bisnis hiburan dapat mendukung pelaksanaan ibadah dan aktifitas umat Islam di malam hari seperti tadarus atau tarawih serta ibadah lainnya,” pungkasnya.

PWNU Jatim sendiri telah mendapatkan kepastian bahwa pada hari ini, dari laporan 12 titik ternyata dari hasil rukyat tidak bisa melihat hilal. Ke dua belas titik tersebut adalah Bukit Condro Gresik, Pantai Serang, Blitar, Pantai Gebang Bangkalan, Pantai Nambangan Kenjeran Surabaya, Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Ngliep Malang, Gili Ketapang Probolinggo, Pantai Nyamplong Jember, Pantai Ambet, Pamekasan, Pantai Pasir Putih Situbondo, Pantai Srau Pacitan serta Awar-awar Tuban.

Laporan tersebut ditandatangani oleh KH Miftachul Akhyar (Rais), Drs KH Syafruddin Syarif (Katib), KH Hasan Mutawakkil Alalah (Ketua) serta Akh Muzakki (Sekretaris) untuk disampaikan kepada PBNU di Jakarta.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)