Klaim Kata “Allah” di Malaysia Tunai Banyak Kritikan

Kuala Lumpur – Citra Malaysia sebagai pemimpin Islam moderat dinodai oleh keputusan pengadilan tentang penggunaan kata “Allah” yang hanya boleh dipakai oleh Muslim sehingga dikritik oleh para ilmuwan dan komentator, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Sejumlah kritik bermunculan atas keputusan tersebut, koran Fajar Pakistan mengatakan dalam komentarnya bahwa keputusan tersebut “refleksi menyedihkan bagaimana sebuah negara modern, yang dilihat sebagai role model bagi Muslim di dunia, yang menunjukkan kepicikan dalam iman.

Reza Aslan, seorang teologi Muslim terkemuka asal Amerika mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan politik yang membuat Malaysia ditertawakan dunia.
“Ini memalukan, tidak layak untuk sebuah negara besar seperti Malaysia,” katanya minggu ini di Radio. “(Aturan itu) hanya menimbulkan kesan negatif dalam sebuah negara yang… menjadi model bagi Muslim di dunia, dan membuatnya menjadi tertawaan. Kami menertawakan anda.”

Reza menyebutkan bahwa kata-kata Allah secara literal berarti “tuhan” sehingga tidak bisa disebut sebagai sebuah nama khusus. Keputusan pengadilan ini tampaknya upaya PM Malaysia berusaha mengkonsolidasikan dukungannya pada etnis mayoritas Melayu, dan mengamankan dukungan kelompok tradisionalis menyusul pemilihan nasional sela pada Mei mendatang. Editor dari koran Katolik melakukan banding atas keputusan tersebut.

Menghadapi reaksi yang kuat atas keputusan tersebut, pemerintah menyatakan dalam beberapa hari ini bahwa populasi Kristen yang besar di Sabah dan Serawak tidak akan dipengaruhi oleh keputusan tersebut- sebuah interpretasi yang menimbulkan perdebatan diantara para ahli hukum. Mereka juga mengatakan bahwa aturan ini hanya berlaku pada satu koran tertentu, daripada penggunaan kata tersebut secara umum.

Yang lebih membingungkan lagi, Menteri Pariwisata Malaysia mengatakan minggu ini bahwa Malaysia Timur dapat menggunakan kata Allah di negara bagian mereka, tetapi tidak bisa digunakan di negara bagian barat Malaysia. Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dalam rubrik opini bahwa ilmuwan Muslim di luar Malaysia berpendapat bahwa isu “Allah” adalah “absurd.”

“Hanya sedikit Muslim di dunia yang mendukung klaim bahwa kami memiliki monopoli atas kata “Allah”,” katanya. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: