Menakertrans: Jangan Ada Lulusan Ma’arif Nganggur

JOMBANG – Pengangguran yang masih tinggi dapat dikurangi dengan membekali pelajar dengan sejumlah keahlian. Apalagi hal itu diimbangi semangat yang tidak kenal lelah seperti yang ditunjukkan para pelajar dan santri.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengajak para pelajar di seluruh Indonesia, untuk mempelajari pendidikan kewirausahaan sebagai bekal untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa mendatang.

“Kewirausahaan pun memang selayaknya diperkenalkan dan diajarkan kepada semua pelajar di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan berkembang, “ kata Muhaimin Iskandar, Senin (24/6) kemain.

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat menjadi inspektur upacara pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) yang digelar di Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Pembukaan Perkemahan wirakarya yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj yang dilaksanakan pada tanggal 24–29 Juni dan diikuti 2.220 pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Kewirausahaan itulah yang selama ini menopang ekonomi negara ini, karena itu kalau adik-adik menjadi wirausahawan akan menjadi penopang negara ini,” katanya. “Saya tidak ingin ada lulusan LP Ma’arif NU yang menganggur,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya akan bekerja sama dengan LP Maarif NU untuk mendorong semangat kewirausahaan melalui kegiatan pramuka dan pelatihan yang meningkatkan kompetensi remaja NU untuk maju, kreatif, dan produktif.

“Adik-adik harus mampu menangkap potensi lokal, potensi daerah, potensi desa, sebagai peluang untuk berwirausaha,” katanya. “Nanti saya juga akan bekerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk menggelar pelatihan seperti itu untuk mengurangi pengangguran terbuka,” lanjutnya.

Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah sedang merancang agar kurikulum kewirausahaan, yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Hal tersebut dimaksudkan agar kelak pelajar bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Ia juga menandaskan bahwa pada masa mendatang akan terus dicarikan kerjasama yang saling menguntungkan antara LP Ma’rif dengan kementeriannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja.

”Program wirausaha ini mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. hampir 98% dari para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini telah menjadi prioritas pembangunan nasional,” ucapnya.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: