MWCNU Sumber Eratkan Silaturahmi dengan Pengajian Kitab Fathul Qarib

PROBOLINGGO – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo secara istiqomah sejak beberapa tahun silam menggelar kajian kitab Fathul Qorib. Kajian tersebut diikuti seluruh pengurus MWC dan pengurus ranting NU se-MWCNU Sumber.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumber Zainul Kirom kepada NU Online, Sabtu (30/3) mengungkapkan selain untuk mempererat tali silaturrahim diantara sesama pengurus NU dan segenap warga Nahdliyin, kajian kitab Fathul Qorib ini bertujuan untuk semakin memperdalam pemahaman terkait persoalan fiqih sehingga dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

”Kajian kitab Fathul Qorib ini rutin kita laksanakan di Kantor MWCNU Kecamatan Sumber dan diikuti oleh segenap pengurus. Tetapi juga banyak santri dan warga Nahdliyin yang turut serta untuk memperdalam kajiannya terhadap ilmu fiqih,” ungkapnya.

Menurut Kirom, kajian ini diawali dengan pembacaan kitab Fathul Qorib oleh kalangan pengurus Syuriyah baik MWC maupun ranting secara bergantian. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar tema yang sedang dibahas dalam kitab tersebut.

”Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan istiqomah. Kegiatan ini merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh ulama NU yang harus terus dilestarikan dan dilakukan terus menerus oleh kader-kader NU,” jelasnya.

Dikatakan Kirom, dalam kajian kitab Fathul Qorib ini juga dilakukan pembahasan dan evaluasi program-program MWCNU Kecamatan Sumber.

“Kegiatan semacam ini dapat dijadikan sebagai ajang konsolidasi pengurus dan mempererat jalinan tali silaturrahim diantara sesama pengurus dan warga Nahdliyin,” terangnya.

Lebih lanjut Kirom menjelaskan warga Nahdliyin sangat penting untuk memahami ilmi fiqih. Pasalnya ilmu fiqih ini erat kaitannya dengan persoalan thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji, muamalah, jinayat, munakahat dan mawaris.

“Selain jelas, selain ingin memperdalam ilmu fiqih, kajian kitab Fathul Qorib ini digelar dengan tujuan untuk semakin memperkuat dan melestarikan tradisi-tradisi ulama NU,” pungkasnya.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: