NU Solo akan dirikan LP Ma’arif

Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan rutin sebulan sekali oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta pada selasa (5/4) menghasilkan beberapa poin penting untuk segera ditindak lanjuti oleh jajaran pengurus tanfidziyah. Salah satu poin tersebut adalah pembentukan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di kota Surakarta.

Pembentukan lembaga tersebut sangat penting untuk segera diwujudkan mengingat di Solo belum ada satupun lembaga pendidikan dasar hingga menengah atas yang mengatas namakan NU, sehingga muncul kegelisahan tersendiri bagi kalangan orang tua yang notabenenya Nahdliyyin ketika hendak menyekolahkan putra-putrinya. Maka, KH Hilmy Sakdullah, SE selaku ketua tanfidziyah berjanji akan memprioritaskan agenda tersebut.

“Insyaallah Ma’arif akan menjadi perhatian kusus, disamping masalah ekonomi” terangnya dihadapan seluruh pengurus, baik syuriah, tanfidziyah, lembaga, lajnah hingga perwakilan Majlis Wakil Cabang (MWC) di kantor PCNU.

Memang menjadi problem tersendiri di kota batik Solo ini tentang masalah pendidikan NU. Jika dihitung jari, mungkin tidak genap sepuluh jari jumlah lembaga pendidikan yang berbasis NU dan itupun tidak mewakili di setiap kecamatan ada sehingga wajar jika salah satu pengurus MWC NU harus menyekolahkan anaknya hingga keluar kota Solo yang jaraknya kurang lebih 15 KM demi mempertahankan akidah Ahlusunnah wal Jama’ah.

Selain itu, yang menjadi pembahasan penting adalah ekonomi dimana pemberdayaan pada sektor ini belum digarap, padahal ekonomi adalah bahan bakar untuk menjadikan NU maju dan kuat.

“NU Solo kini sudah bisa dikatakan lengkap komponennya, ibarat mobil sudah jadi namun belum ada BBM-nya, maka bagaimana bisa jalan tanpa ada ekonomi yang bersinergi,” terang salah satu pengurus yang tidak menyebutkan namanya.

Memang, NU Solo kini sudah mulai menampakkan geliatnya setelah mati suri, lembaga dan lajnah yang adapun sudah mulai aktif bahkan ditingkat MWC dan Ranting kegiatan-kegiatannya sudah mulai terlihat. Sedang lailatul ijtima’ ini selain menjadi momen untuk sharing ide, evaluasi dan tukar informasi juga sebagai pemupuk hati sebab diawali dengan istighotsah dan tahlil

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)