PBNU-HKBP Bertemu Bahas Masalah Bangsa

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) membicarakan persoalan kebangsaan yang berkembang dewasa ini, di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/5). Kedua belah pihak prihatin dengan merebaknya korupsi, narkoba, dan intoleransi.

Soal yang intens dibicarakan adalah beragama dalam keragaman. Pendeta WTP Simarmata dari HKBP bercerita tentang kerukunan di Sumatera Utara. Dulu, Muslim dan Kristen itu sangat dekat. Jika salah satu pihak membangun tempat ibadah, pihak lain membantu. Begitu juga sebaliknya, “Tapi sekarang berubah,” katanya prihatin.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menangapi. Menurutnya kecenderungan semacam itu sejak banyaknya alumni Timur Tengah di Indonesia pada tahun 1980-an,” Tapi jangan salah, saya juga lulusan Timur Tengah,” katanya.

Kiai Said menilai ada kecenderungan khas mahasiswa Indonesia yang kosong pendidikan agama (pesantren) pergi ketika menimba ilmu di Timur Tengah. Biasanya ketika pulang ke tanah air ia menjadi orang yang tidak kerasan dengan keragaman yang sudah terjalin selama ini. Berbeda dengan mahasiswa yang kenyang dengan pendidikan pesantren.

Pertemuan selama sejam tersebut berlangsung hangat. Di sela pembicaraan, muncul tertawaa dari kedua belah pihak, juga para awak media. Dari HKBP turut serta 16 orang. Dari PBNU tampak Sekretaris Jenderal H Marsudi Syuhud, dua Ketua PBNU KH Maksum Mahfud dan Imam Aziz, serta Wakil Sekretaris Jenderal Sulton Fathoni.

Sebelum berpisah, kedua belah pihak saling serta mendoakan, serta harapan semoga bangsa ini bangsa ini lebih baik. Perwakilan HKBP menggunakan bahasa Batak. Sementara Ketua PBNU menggunakan bahasa Arab.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: