PBNU: Jangan Jadi Bangsa Fotokopi!

JAKARTA – Dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (11/9) lalu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Slamet Effendy Yusuf, menegaskan sikap penolakan NU terhadap penyelenggaraan Miss World 2013 yang akan diadakan di Bali.

Sikap KH Slamet Effendy mengulang pernyataan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang sebelumnya juga menyatakan menolak terhadap penyelenggaraan kontes ratu sejagat di Indonesia.

“Tidak boleh melihat persoalan Miss World di Indonesia atau di mana. Yang harus diperhatikan yakni masalah manfaat dan tidak manfaat. Kami melihat kegiatan ini lebih banyak banyak mudlorot daripada manfaatnya,” tegasnya.

Menurutnya bangsa ini janganlah menjadi bangsa fotokopi. “Indonesia sebuah entitas yang punya kepribadian dan tradisi tersendiri, dan NU berkewajiban ikut menjaga tradisi ini,” imbuhnya yang saat itu mengenakan peci dan jas hitam.

“Ketika kita akan menjangkau masa depan, kebudayaan apa yang akan kita siapkan, kekayaan kebudayaan peradaban bangsa ini atau cuma mencontoh,” lanjutnya.

Selain itu ia menilai bahwa penyelenggaraan Miss World ini penuh dengan aroma komersialisasi dan kapitalisasi perempuan. Dia mencontohkan, para peserta kontes ratu sejagat ini, mesti memenuhi beberapa kriteria khusus seperti tinggi dan bentuk badan.

“Meskipun sekarang dikamuflase tanpa bikini, tapi pada prosesnya tetaplah ada semacam eksploitasi terhadap tubuh wanita,” kata Ketua PBNU ini.

Pernyataan ini didukung oleh pengakuan salah satu narasumber, Rhenald Kasali. Ketika pernah menjadi juri dalam sebuah kontes kecantikan, ia memeilih seorang peserta yang menurutnya, merupakan yang paling cerdas. “Tapi setelah dirapatkan dalam juri senior tetap saja dihadapkan pada aturan internasional, ini kurang tinggi dan sebagainya,” ungkapnya.

Namun, ketika diberi pertanyaan apakah NU akan menggunakan ancaman atau kekerasan dalam penolakannya seperti halnya yang dilakukan ormas lain, dijelaskan olehnya cara penolakannya tentu masih di dalam koridor hukum. “NU bukan Ormas, yang model awas gue bakar lho,” pungkasnya. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: