PC IPNU Jakpus Adakan Makesta Road Show

Jakarta, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Jakarta Pusat mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) road show ke sekolah-sekolah yang ada di sekitar Jakarta Pusat. Pembukaan Makesta Road Show ini diadakan di MAN 3 Jakarta pada 26 Mei 2011. Adapun tema yang diangkat adalah Menangkal Radikalisme Pelajar.

Tema tersebut diambil berdasarkan kondisi pelajar masa kini terutama di wilayah Ibu Kota yang sering terprofokasi oleh perbuatan-perbuatan anarkisme dan tawuran di kalangan pelajar, terutama sekali perbuatan terorisme yang hingga kini sudah mulai merambah ke anak-anak pelajar.

Muhammad Said, ketua PC IPNU Jakarta Pusat mengatakan, diadakannya Makesta ini bukan hanya simbol atau bentuk formalitas dari pengkaderan tahap awal di IPNU atau IPPNU semata, melainkan berlanjut dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengadvokasi para pelajar untuk tidak terjerumus pada perilaku radikal dengan melakukan pendekatan khusus terhadap para pelajar tersebut.

“Virus-virus radikal ini sudah mulai merambah golongan pelajar, karena itu kami dalam kesempatan Makesta Road Show ini tidak hanya diadakan di sekolah agama saja melainkan ke sekolah-sekolah umum yang kemudian dibentuk komisariat di sekolah tersebut” lanjut Said

Adapun materi yang disampaikan dalam agenda Makesta adalah tentang Leadership dan Keorganisasian, Aswaja, NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,  Ke-IPNU-an,  dan Ke-IPPNU-an, serta pembekalan pengetahuan tentang penangkalan perilaku radikal.

Turut hadir dalam pembukaan Makesta tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Pusat, Dr H Amar Ahmad, Kepala Kementerian Agama Jakarta Pusat, Drs H Taufiqurrahman, MSi, serta beberapa pengurus dari Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU.

Dalam pidatonya yang juga sekaligus membuka acara tersebut, Dr H Amar Ahmad mengatakan untuk selalu mengadakan kegiatan rutin yang berkaitan dengan pelajar sehingga mereka merasa diperhatikan, selama ini mereka kurang diperhatikan sehingga berbuat apa yang mereka mau yang menurutnya bagus tapi sebenarnya sangat jelek.

“Kita kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah khsus dalam penangkalan perilaku radikal di kalangan anak-anak muda terutama para pelajar. Hal ini dimaksudkan agar supaya Indonesia ini tetap damai, saling antara satu dengan yang lainnya, bersama membangun, serta selalu menyebarkan salam atau kedamaian karena Islam sendiri adalah mengajarkan kedamaian bukan anarkisme, bukan radikalisme dan bukan fanatisme yang berlebihan,” katanya.

Menurutnya, sekarang ada 21 lembaga pemerintahan yang siap bekerjasama dalam menangkal radikalisme ini. “Silahkan IPNU berperan bersama dan bikin proposalnya dengan matang lalau ajukan ke kami dan kami siap membantu untuk berkoordinasi dengan lembaga tersebut,” tandasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)