PC IPNU Jepara Gelar Seminar Kebangsaan

Untuk meningkatkan semangat nasionalisme kepada bangsa dan negara, Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Jepara bekerjasama dengan badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara menggelar Seminar Kebangsaan dan Cinta Tanah Air yang dilaksanakan di aula MA Al-Faizin desa Guyangan kecamatan Bangsri, Jepara, Jum’at (30/8).

Kegiatan bertajuk “Membangun Semangat Nasionalisme dalam Mengimplementasikan Nilai-nilai Kebangsaan demi Utuhnya NKRI” diikuti ratusan kader IPNU-IPPNU dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC) serta badan otonom (Banom) NU se-kecamatan Bangsri. 

Hadir sebagai narasumber Sumarsono, Danramil 07 Bangsri mengetengahkan “Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dalam rangka Keutuhan NKRI” dan Udik Agus D.W M.Pd, kepala SMAN 1 Mlonggo dengan materi “Menghadapi Ancaman Krisis Nasionalisme”.

Chusni Maulana selaku Ketua PC IPNU mengatakan kegiatan yang dilakukan kerja bareng dengan Kesbangpol Jepara merupakan upaya untuk menambah khazanah keilmuwan kader IPNU-IPPNU. Usai mengikuti seminar Chusni mengajak kader mampu mengaplikasikannya untuk diri, bangsa dan negaranya.

Wakil Ketua PCNU Jepara, KH A Hilaluddin, SH menilai kegiatan tersebut tidak banyak dilakukan apalagi ditingkat Ranting atau Komisariat. Sehingga keutuhan NKRI yang senantiasa dirongrong patut mendapat perhatian dari kader NU.

“Harapannya dari IPNU-IPPNU untuk bangsa,” harap Kiai Hilal.

Karenanya lanjut Hilal kader NU harus terus berpikir, menjadi pelopor kebaikan serta peka terhadap permasalahan lingkungan (bangsanya, red).

Sementara itu, Sumarsono, Danramil Bangsri menyebut definisi bela negara yakni sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin keberlangsungan hidup bangsa dan negara.

“Adapun nilai-nilai bela negara meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa-bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa-negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,” imbuhnya Sumarsono.

Pembicara lain, Udik Agus D.W lebih menyoroti beberapa krisis wawasan kebangsaan utamanya krisis akhlak-moral serta sosial budaya. Berbicara krisis akhlak sambungnya orang akan menghalalkan segala macam cara. Disamping itu makin timbulnya rasa tidak puas serta menjamurnya hedonisme. Sedangkan krisis sosial ditandai dengan terkikisnya budaya luhur, merebaknya egoisme juga individualisme. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: