Peluncuran Pojok Gus Dur di Gedung PBNU

Jakarta, NU Online
Almarhum KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur masih menjadi sosok yang sangat diidolakan bukan hanya oleh warga Nahdlatul Ulama. Untuk selalu mengenang dan meneladani sosok Gus Dur, PBNU mengapresiasi dan mengizinkan lantai dasar PBNU digunakan untuk Pojok Gus Dur, yang keberadaannya diharapkan bisa selalu menghidupkan semangat perjuangan mantan presiden RI keempat tersebut untuk kemajuan NU.

“Ketika Mbak Inayah Wahid (putri keempat Gus Dur) datang ke rumah dan mengutarakan niatnya kepada saya tentang Pojok Gus Dur ini, saya langsung setuju. Mengapa? Agar semangat Gus Dur tetap hidup di PBNU. Selama gedung PBNU ini masih berdiri, selama itu pula Pojok Gus Dur akan tetap ada,” seru Kang Said, panggilan akrab Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj ketika menghadiri buka puasa bersama dalam rangka peresmian Pojok Gus Dur di Gedung PBNU, Jl.Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Agustus 2011.
Pojok Gus Dur yang berada di lantai dasar PBNU dan merupakan bekas ruang kerja tokoh lintas agama tersebut, dianggap oleh Kang Said akan semakin menghidupkan PBNU. Kang Said sendiri mengaku memiliki banyak kenangan dengan ruangan yang kini disulap menjadi Pojok Gus Dur.

“Di ruangan itu saya bertemu pertama kalinya dengan banyak orang dari segala macam lapisan masyarakat. Ruangan itu sangat bersejarah,” tandas Kang Said.

Di mata Kang Said, Gus Dur adalah tokoh yang hingga saat ini belum tergantikan, baik di lingkungan NU atau masyarakat secara luas di Indonesia. Pemikiran Gus Dur dianggap masih yang terbaik, meski terkadang di luar nalar manusia pada umumnya, bahkan mensejajarkannya dengan wali qutub.

“Wali qutub itu ada empat, kalau seandainya boleh ditambahkan, saya akan memasukkan nama Gus Dur. Gus Dur itu sangat lengkap.  Ketulusannya, kejujurannya, welas asihnya, dan masih banyak lagi sederet sifat-sifat Gus Dur yang harus kita teladani,” tambah Kang Said.

“Kesederhanaan dan keteguhan sikap Gus Dur juga harus kita ikuti. Gus Dur itu kalau mau kaya sebenarnya tinggal bilang saya mendukung Pak Harto, semuanya bisa didapatkan. Tapi Gus Dur tidak katakan itu dan memilih hidup terseok-seok, hidup pas-pasan,” beber Kang Said tegas.

Tidak hanya semangat hidup Gus Dur yang diharapkan bisa diserap oleh seluruh Nahdliyyin, keberadaan Pojok Gus Dur di PBNU yang menyajikan dokumentasi, perpustakaan dan kisah perjalanan hidup Gus Dur, diharapkan menjadi sebuah bentuk penghormatan. “Keberadaan Gus Dur harus bisa diabadikan. Pojok Gus Dur ini diharapkan bisa melestarikan seluruh peninggalan beliau yang masih ada disini,” pungkasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)