Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Resmi Dimulai

GRESIK – Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Jamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Abdul Jamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada NU Online usai acara pembukaan.

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Sementara itu Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: