Pesantren Harus Kembali Pada Seni dan Budaya

CIREBON – Pada mulanya pesantren dan seni budaya memiliki hubungan yang sangat erat, terlebih pada zaman Walisongo, seni dan budaya justru dijadikan sebagai media dakwah dan syi’ar agama Islam, hanya saja dalam perjalanan sejarahnya, pesantren dan seni budaya semakin memiliki jarak dan tampak kurang harmonis.
Demikian ungkap Raffan S. Hasyim, direktur Pusat Studi Budaya dan Manuskrip Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon saat berkesempatan menjadi pembicara dalam pembukaan pekan Griya Seni dan Gallery di Brana Cafe, Cirebon. Senin (20/5).

“Di Cirebon sendiri, justru sejarah pendirian pesantren tidak bisa terlepas dari rutinitas keraton sebagai pusat kebudayaan, Sunan Gunung Jati sebagai juru dakwah menjadikan seni tradisi dan budaya Kacirebonan sebagai alat syi’ar yang dinilai strategis. Meski dalam perjalanannya, penjajah Belanda turut andil besar dalam kesan pemisahan antara seni budaya dan pesantren tersebut,” ungkap Raffan.

Lebih lanjut lagi Raffan menambahkan, meskipun terkesan sulit untuk meleburkan kembali antara seni budaya dengan pesantren, namun secara perlahan hal tersebut mulai tampak menggembirakan, beberapa pesantren di Cirebon sudah tidak begitu tabu untuk mengenal bahkan mementaskan seni seperti wayang dan lain-lain.

“Saya menaruh harapan kepada generasi muda agar dapat menghangatkan kembali hubungan seni budaya Cirebon dengan pesantren, karena memang sebenarnya kedua aspek terebut merupakan penguat identitas bangsa yang tidak bisa dipisahkan,” tambah Filolog yang sedang menempuh gelar doktor di Univeritas Padjajaran Bandung ini.

Diskusi budaya yang bertema Seni Budaya Cirebon Sebagai Pintu Kebangkitan Budaya Nusantara ini merupakan sesi pembuka dari serangkaian kegiatan kebudayaan yang akan dilangsungkan dalam sepekan mendatang. Selain diskusi, acara ini juga dilengkapi dengan pameran fotografi bertema seni dan budaya, dan juga dihadiri oleh puluhan santri, mahasiswa, tokoh budayawan, penggiat seni, dan masyarakat umum

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: