Pondok Pesantren Al Iman Bulus Terbakar

Purworejo, CyberNews. Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Purworejo, Selasa (9/8) siang sekitar pukul 14.00. Asrama santri putra Pondok Pesantren Al Iman Bulus, Gebang, Purworejo dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, tapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Selain keseluruhan bangunan atap, jendela, dan pintu yang berubah menjadi arang, kebakaran itu juga mengakibatkan kitab, buku pelajaran, pakaian, serta harta benda lainnya milik para santri ludes terbakar. Kasus kebakaran inipun tengah diselidiki oleh aparat Polres Purworejo.

Musibah kebakaran itu mengakibatkan ratusan santri putra dan putri yang mayoritas santri baru menangis histeris. Mereka tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan tempat yang mereka tinggali selama ini dilalap api. Lebih dari itu, kesedihan yang sangat mendalam dirasakan karena kehilangan harta benda.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Bulus KH Sayyid Aqil Hasan Al Ba’bud mengatakan, musibah kebakaran itu baru pertama kali menimpa pesantren yang dipimpinnya.

“Asrama yang terbakar itu bangunan tahun 1993. Saya tidak bisa membayangkan kalau kebakaran ini terjadi pada malam hari. Untung saja dekat pondok ada beji sumber air besar yang bisa digunakan untuk pemadaman api,” katanya.

Disebutkan Wan Hasan, musibah itu menjadi keprihatinan keluarga besar pondok Al Iman pada Ramadan 2011 ini. Dia mengaku khawatir dengan nasib para santri yang mendiami asrama tersebut. “Sementara nanti kami harapkan Pemkab bisa membantu mendirikan tenda darurat untuk para santri,” katanya.

Ulah Santri

Sejumlah saksi mata melihat langsung kebakaran itu bermula setelah salah satu santri berinisial AF (14) bermain api dengan membakar gantungan baju plastik. Santri yang masih duduk di bangku kelas II MTs itu sudah diingatkan teman-temannya tapi tidak menghiraukan.

Ahmad Nur Huda (14) mengaku, dia melihat langsung AF bermain api tersebut. Tanpa disadari, api itu kemudian menyambar gorden kamar kemudian dengan cepat merembet ke triplek. Dalam waktu cepat api terus membesar dan kemudian melalap pertama kalinya kamar B2.

“Dia main api di bawah, tapi dengan cepat api naik ke atas. Saat kebakaran saya lagi mencuci,” ujar saksi lainnya, Ahmad Rifai (13) dengan sesenggukan.

Wan Hasan mengatakan, kemungkinan sebagaimana kesaksian para santri itu bisa saja terjadi. Pasalnya, jumlah santri yang banyak memang terkadang sulit diatur. “Namanya juga orang banyak, jadi tidak mudah mengaturnya. Kemungkinan korsleting listrik juga bisa saja. Kepastiannya biar menunggu penyelidikan aparat kepolisian saja,” katanya.

4 thoughts on “Pondok Pesantren Al Iman Bulus Terbakar”

  1. harista vulan yustita(santri al iman bulus)

    semoga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut,saya ikut brduka atas bencana kebakaran tersebut semoga diberi ketabahan kepada santri santri dan kh sayyid aqil al ba’bud

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

  2. KH Sayyid aqil al Ba`bud…..renungkan ini peringatan dari Allah, maka jangan sombong ya. Coba koreksi diri apa yg anda lakukan selama ini terhadap sesama Muslim. Untung tidak terbakar sekaliyan……

    1. Kritik anda maksudnya baik, tapi bahasanya sama sekali tidak ada takzimnya sama orang yg lebih tua, sama sekali tidak menunjukkan penghormatan dan akhlak yg baik. Pesantren al-Iman sdh berjasa besar bagi pengembangan islam disekitarnya, meskinya anda sedih dan berempati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)