PP IPNU: Jangan Cari Ada yang Cari Untung dari Penundaan UN!

JAKARTA – Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menghimbau agar kasus penundaan Ujian Nasional UN tidak disikapi dengan emosional sekalipun kejadian ini yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah pendidikan bangsa ini.

Sangat patut disayangkan dan tetap meminta agar pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus bertanggung jawab.

Ketua Umum PP IPNU mengatakan banyak hal penyebab kejadian penundaan UN bisa terjadi, bisa karena kurangnya persiapan teknis pengadaan soal dan teknis distribusi, lemahnya kontrol pengawasan, proses tender dengan perusahaan yang tidak jelas dan lain-lain. Tapi ia mengingatkan jangan sampai kasus Penundaan UN ini ada pihak yang diuntungkan secara materi dan politik

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi, seluruh dunia menyoroti kasus kejadian langka ini, jelas dalam hal ini siswa sangat dirugikan, dan jangan ada pihak memanfaatkan ini untuk pencitraan politik di tahun politik ini dan kami meminta agar ada proses pengusutan mekanisme tender pengadaan soal yang jelas sangat merugikan negara puluhan milyar ini,” tegas Anam di Jakarta, Selasa (16/4).

Anam menambahkan, jangan ada pihak yang mendahulukan proyek pengadaan soal tapi menomorduakan proyek percetakan generasi penerus bangsa ini bisa sangat berbahaya.

Untuk itu dalam hal ini PP IPNU meminta agar semua pihak bersikap secara obyektif dan mencari solusi bersama agar kejadian ini tidak terulang kembali karena ini menyangkut masa depan tunas-tunas bangsa.

Pengurus PW dan PC IPNU di daerah juga diminta agar mengawal proses pelaksanaan UN ini, indikasi kebocoran soal, kerahasiaan dan hal-hal yang mengganggu jalannya pelaksanaan UN di daerah tetap dikawal.

Harapan PP IPNU juga agar semua siswa tetap tenang dan agar tetap berkonsentrasi mengikuti ujian, persiapan mantap akan berbanding lurus dengan hasil yang akan dicapai.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: