PWNU Jateng: Perbanyak Bahtsul Masail!

BREBES – Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Sodaqoh mengatakan, untuk mendapat legitimasi syariah yang kuat, NU perlu meperbanyak kegiatan bahtsul masail dan lailatul ijtima dari tingkat anak ranting hingga PBNU.

Hal tersebut disampaikan KH Ubaidillah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XIII NU Brebes di Pondok Pesantren Darunnajah Tegalmunding Pruwatan Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (6/7).

Menurut dia, dua kegiatan tersebut akan membangun kedalaman keputusan sesuai dengan dasar-dasar Al-Quran, hadits, ijma, dan qiyas. “Marilah, kita bersama-sama meningkatkan aktivitas tersebut di berbagai tingkatan,” imbaunya.

Kiai kharismatis dan sederhana ini juga mengingatkan, bahwa NU memiliki kekayaan unik yang tidak bisa dimiliki oleh organisasi Islam lainnya. Di NU, ada kemampuan ilmu hijib yang mampu melawan dan ilmu hikmah sebagai sarana penyembuhan penyakit.

“Hanya dengan air putih yang diisi dengan doa-doa bisa menjadi sarana penyembuhan penyakit, dan itu hanya dimiliki kiai-kiai NU,” terangnya disambut dengan tepuk tangan musyawirin.

Selain itu, dia menyarankan untuk terus meningkatkan peran pesantren sebagai embrio kelahiran NU. “NU terlahir dari Pesantren dan NU itu miniatur Pesantren,” terangnya.

Dari pesantren, lanjutnya, akan lahir manusia pejuang yang ulet, gigih, dan tanpa pamrih hanya dengan mengharap keridoan dari Allah SWT.

Untuk mengembangkan NU ke depan, masih kata Kiai Ubaid, perlu campur tangan semua dari Nahdliyin termasuk dari aghnia, dhuafa Nahdliyin. “Mari kita kelola jam’iyah NU dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang,” ajaknya.

Jangan sampai merasa paling berjasa di NU. “Besar dan kecilnya NU urusannya Allah SWT, yang penting kita berbuat sebesar-besarnya untuk kebesaran NU,” tandasnya.

Pembukaan Konfercab Brebes dihadiri lebih kurang 1000 Nahdliyin. Sedangkan utusan resmi hanya 17 X 5 orang.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: