STAINU Jakarta Luncurkan S2 Konsentrasi Islam Nusantara

JAKARTA – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta resmi meluncurkan Program Pascasarjana (S2) konsentrasi Islam Nusantara di gedung PBNU, Jakarta pada Rabu malam, (3/7). Peresmian dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ditandai dengan penandatanganan plakat.

Ketua Program Pascasarjana STAINU Jakarta Prof. Dr. Ishom Yasqi MA mengatakan, program pascasarjana tahun ini sudah resmi dan bisa beroperasi, “Program ini adalah Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam dengan konsentrasi Islam Nusantara,” katanya.

Asal-usul program ini, kata dia, berasal dari pidato-pidato Ketua Umum PBNU yang selalu menekankan Islam Indonesia. Islam Indonesia adalah Islam Ashlussunah wal-Jamaah (Aswaja). Aswaja adalah Islam NU, “Dari diskusi kawan-kawan dan dosen-dosen STAINU akhirnya dirumuskan untuk menegaskan bahawa Aswaja adalah metode berpikir,” tambahnya.

Konsentrasi Islam Nusantara, sambung dia, berdiri di atas empat pilar yaitu, tasamuh (toleransi), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (keadilan).

Empat pilar ini adalah pedoman komunikasi NU dengan berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, komunitas lain, dan gender.

Ishom juga mengatakan, untuk program S2 ini telah ada yang mendaftar mahasiswa dari Thailand Selatan 11 orang. Rencananya akan membuka dua kelas yang berjumlah 50 siswa.

Peluncuran tersebut diisi dengan orasi ilmiah KH Said Aqil Siroj dengan judul, “Urgensi Kajian Islam Nusantara”. Hadir pada kesempatan itu sejumlah menteri, diantaranya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faisal Zaini, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid, dan Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: