Syawal, Bulan Peningkatan Ibadah

Jepara, NU Online
Setelah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan pada bulan berikutnya, Syawal umat Islam diharapkan semakin meningkat utamanya dalam melaksanakan Ibadah. Hal itu sesuai dengan kosakata Syawal yang berarti peningkatan.

Demikian diungkapkan KH Muchlisul Hadi pengasuh pesantren “Roudlotul Huda” dalam bancakan bodho kupat yang diselenggarakan Musholla “Baiturrohman” Margoyoso, Kalinyamatan, Rabu pagi (07/9).

Menurut Syuriyah MWC NU Kalinyamatan jika mulai bulan Syawal ibadahnya semakin meningkat maka seseorang tersebut dikatakan beruntung. “Ibadah tersebut tentu yang berkaitan dengan mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh,” tuturnya.

Apalagi bagi masyarakat Jawa, selepas rampung puasa Ramadhan dan Idul Fitri setelah itu disunnahkan menunaikan puasa tatawu’ (puasa enam hari selepas tanggal 1 Syawal). Kemudian pada hari kedelepan dirayakan bodho kupat yang merupakan lebaran bagi yang melaksanakan puasa tatawu’.

“Hal tersebut merupakan penyempurna puasa agar amal ibadahnya semakin meningkat,” tambahnya.

Selepas taushiyah dan doa bersama berupa tahlil kemudian dilanjutkan dengan makan kupat lepet beserta sayur mayurnya. Hal tersebut juga hampir dilaksanakan di musholla maupun masjid yang ada di kabupaten Jepara secara serempak.

Parade Syawalan

Di hari yang sama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Kalinyamatan menggelar Parade Pesta Syawalan. Kegiatan yang diikuti Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU se-kecamatan Kalinyamatan juga melibatkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Kalinyamatan.

Mulai dari depan kecamatan Kalinyamatan hingga lapangan Banyuputih ratusan anak muda NU memboyong miniatur yang dihiasi dengan makanan kupat lepet. Arak-arakan semakin meriah ketika para grup melantunkan shalawat diiringi dengan alat musik seadanya.

Ketua IPNU Ancab Kalinyamatan, Saiful Hadi kepada NU Online mengungkapkan kegiatan tersebut untuk memeriahkan tradisi bodho kupat. “Jika di pantai Kartini setiap bodho kupat ada tradisi larungan dan lomban di Kalinyamatan pun ada arak-arakan untuk kemeriahan momentum tersebut,” ungkapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)