Thoriqoh Sebagai Wahana Membersihkan Hati

DEMAK – Thoriqoh merupakan tempat dan wahana bagi umat muslim dalam upaya mendekatkan dan membersihkan diri kepada Allah SWT. Bilamana umat manusia merasa sebagai hamba sangat membutuhkan sekaligus untuk bisa berkomunikasi pada Tuhannya

Pengurus Jam’iyyah Ahluth Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Tengah KH Ahmad Makin mengatakan, thoriqoh adalah sebagai wahana mendekatkan, membersihkan diri kepada Allah SWT.

“Dengan thoriqoh kita merasa butuh pada Allah bukan Allah yang butuh pada kita,” ia mengatakan hal itu pada tausiyah Haul ke-11 Mursyid Thoriqoh Kholidiyyah wan Naqsyabandiyah K. Muhsin di komplek Pesantren Thoriqoh Al-Huda Desa Kendal Doyong Wonosalam Demak Ahad (19/5).

Kiai Makin menambahkan, ketika orang sudah masuk thoriqoh dengan aliran dan ajaran yang diberikan mursyid (guru) menjadikan orang akan semakin merasa dekat karena jalan menuju Tuhannya sudah dikasih tahu.

Ketika kamu ingin berhasil merasa enak di Allah, sambung Kiai Makin, maka patahkan kesenangan yang bersifat keduniawiyahan, “Salah satunya seperti ikut Thoriqoh Kholidiyyah wan-Naqsyabandiyyah yang diajarkan K Muhsin.”

Sementara itu dalam sambutannya, Idaroh Syu’biyah Jatman Demak KH.Abdul Wahab, mengajak kepada jamaah yang belum masuk thoriqoh untuk segera bergabung. Alasannya, masuk thoriqoh merupakan jalan yang ditempuh, dilanggengkan dan diorganisir NU dimana sanad (garis ilmu) atau garis silsilah sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

“Mari bapak-bapak dan ibu-ibu yang belum masuk thoriqoh agar segera masuk, kita warga Nahdliyin berniat menthoriqohkan masyarakat dan memasyarakatkan thoriqoh karena sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW,” ajak Kiai Wahab.

Sedangkan Pengasuh Pesantren Thoriqoh Al Huda K.Kurdi Muhsin mengatakan, thoriqoh yang diajarkan, selain melaksanakan kegiatan rutin selapanan juga menyelenggarakan kholwatan (tawajuhan ) selama 10 hari dalam bulan-bulan tertentu, yakni Muharam, Rajab dan Ramadhan.

Dalam bulan-bulan itu, para jamaah harus betempat di pesantren layaknya santri yang sedang menuntut ilmu, “Namun untuk thoriqoh ini ada batasan-batasan tertentu,” katanya

Haul dan tawajuhan, selain dihadiri santri thoriqoh, juga dihadiri ratusan jamaah dari warga sekitar. Tampak di tengah tengah jamaah Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan para aktivis NU Cabang Demak.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: