Universitas Al-Azhar Mesir Batal Lelang Manuskrip Alquran Tua dari Napoleon

MESIR – Pihak penyelenggara lelang barang-barang antik di kota Fontelino, Prancis, akhirnya membatalkan pelelangan sebuah manuskrip Al-Qur’an langka yang merupakan salah satu koleksi istri Napoleon. Lelang tersebut sejatinya digelar pada hari Ahad (9/6).

Demikian dilansir kantor berita CNN edisi bahasa Arab. Pembatalan melelang manuskrip langka Al-Qur’an ini diputuskan setelah institusi keagamaan Al-Azhar di Mesir melayangkan nota protes.

Sebelumnya, Grand Shaikh Al-Azhar Ahmad Al-Thayyib meminta ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), sebuah organisasi kebudayaan dan pendidikan Islam, untuk mendesak panitia penyelenggara lelang agar tidak menjual koleksi manuskrip Al-Qur’an tersebut.

Manuskrip Al-Qur’an tersebut diambil oleh seorang Orientalis Prancis Jean Joshep Marcel yang ikut serta dalam invasi Napoleon Bonaparte ke Mesir pada tahun 1798. Pasukan Napoleon menduduki Masjid Al-Azhar selama beberapa hari dan menjadikannya sebagai barak. Mereka juga membakar beberapa bagian dari masjid itu dan mengambil banyak barang bersejarah.

Manuskrip tersebut kemudian dihadiahkan kepada Joséphine de Beauharnais, istri Napoleon dan menjadi salah satu koleksi barang antik miliknya.

Dalam keterangannya, ISESCO mengatakan bahwa manuskrip Al-Qur’an tersebut merupakan harta wakaf milik Al-Azhar yang langka dan mahal, serta bagian penting dari warisan khazanah Islam. Manuskrip tersebut tidak boleh dijualbelikan bahkan dijadikan hadiah.

ISESCO juga mendesak pemerintahan Prancis untuk menggunakan wewenangnya guna mencegah proses pelelangan manuskrip Al-Qur’an tersebut.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: