Yenny Wahid Motivasi Pelajar NU Kudus

KUDUS – Meski baru pulang dari Amerika, Putri Gus Dur Zannuba Ariffah Chafsoh secara khusus menyempatkan diri menghadiri acara Muwaddaah kelas XII MA/SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Karangmalang Gebog Kudus Selasa (21/5).

Dalam kesempatan itu, Direktur Wahid Institut yang biasa disapa Yenny Wahid ini memberikan dorongan motivasi kepada pelajar yang telah usai menamatkan studi di madrasah tersebut.

Yenny mengatakan menghadapi tantangan global tidak hanya cukup berbekal ilmu saja tetapi harus memiliki akhlak yang cukup. Ke depan, diperlukan kejujurran, keberanian dan kerja keras.

“Sebab,sekarang ini banyak kemunafikan karena orang ingin memperoleh hasil yang instan tidak mau kerja keras secara jujur,”ujar Yeny mengawali ceramahnya di depan ratusan pelajar dan wali murid yang hadir.

Yenny Wahid menyatakan kerja keras harus selalu dilakukan tanpa patah semangat. Apalagi kebijakan pasar pasar bebas Asean akan dimulai tahun 2015 sehingga semakin terbuka menambah persaingan.

“Pada pasar bebas itu, orang dari negara luar bisa berebut pekerjaan di negara kita dengan tanpa susah-susah. Namun, adik-adik disini memiliki kemampuan ekstra, jadi jangan patah semangat menghadapi tantangan,” tandasnya.

Ia memberikan inspirasi cerita perjuangan presiden ke empat KH Abdurrahman Wahid yang selalu berjuang sejak kecil. Meski anak menteri Agama (KH Wahid Hasyim), tutur Yenny, Gus Dur tidak berlimpah harta tetapi mempunyai semangat yang tinggi dan pekerja keras.

Berbekal kecerdasan yang dimiliki, cerita Yenny, Gus Dur mendapat beasiswa kuliah di luar negeri. Untuk membiayai kehidupannya, Gus dur bekerja mulai tukang batu, tukang tukang ngepel gladak kapal dan menjadi tukang binatu (cuci/laundry).

“Kita harus bisa menguatkan seperti Gus Dur, jangan minder putus asa. Hadapi perjuangan ke depan dengan riang gembira ceria dan tetap optimis,” imbuhnya.

Untuk menatap masa depan, Yenny mengajak para pelajar untuk menjadi orang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Pelajar bisa mengambil inspirasi dari potensi orang Islam yang luar biasa dalam hasanah keislaman.

“Banyak temuan-temuan dari orang Islam seperti angka nol ditemukan oleh Al Khowarizmi, teknologi kamera dan lainnya. Kita harus pinter mengemas karya kita sehingga diakui orang lain,” tandas ibu dua anak.

Kepada pengelola madrasah, Yenny mengapresiasi keberadaan madrasah Hasyim Asy’ari 2 Kudus. Ia berharap pengelola madrasah masih membangun komunikasi kepada alumni supaya mereka memiliki ikatan cinta dan kepedulian membesarkan madrasahnya.

Kegiatan Muwadda’ah ini juga merupakan peringatan Isra’ Miraj dan harlah Hasyim Asy’ari. Pada acara itu dilakukan pembaiatan dan pelepasan 80 siswa kelas XII MA dan 28 siswa dari SMK NU Hasyim Asy’ari 2 tersebut.

Hadir juga dalam kesempatan itu, ketua PP GP Ansor H Nusron Wahid, Ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms, pengurus madrasah dan ratusan wali murid madrasah di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari 2 Kudus mulai RA/TK/MI/MTs/MA/SMK.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: