Lesbumi Yogya Gelar Workshop Seni dan Tradisi Pesantren

YOGYAKARTA – Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan. Selama ini hubungan keduanya kurang berkembang dan kurang diperhatikan.

NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, memiliki kaitan erat dengan budaya Nusantara. Salah satunya terpatri dalam lembaga bernama pesantren. Namun pesantren sendiri pada perkembangannya lebih berorientasi ke keagamaan.

Untuk memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan, Lesbumi DIY bekerja sama dengan Kepala Dinas Kebudayaan DIY mengadakan workshop “Seni Pesantren dan Tradisi dalam Budaya Yogyakarta” di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono No. 40-42, Yogyakarta, Rabu (5/11) pagi.

Workshop ini dihadiri oleh lembaga-lembaga PWNU dan Badan Otonom (Banom) se-DIY, seperti IPNU, IPPNU, LAZISNU, LTNU, dan Kru Majalah Bangkit. Acara ini menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat, Kepala Kanwil Kemenag DIY, dan Jadul Maula.

Pada kesempatan itu, Jadul Maula mengajak untuk memperkuat kembali hubungan antara agama dan budaya. Hubungan antara keraton dan pesantren itu saling terkait erat. Seperti Sunan Ampel mendirikan pesantren atas restu Raja Brawijaya V.

“Hubungan genealogi guru-murid di dalam pesantren-keraton sangat erat. Sehingga perlu menegaskan kembali hubungan antara agama dan budaya, “ tutur Pimpinan Pesantren Kali Opak tersebut.

GBPH Yudhaningrat juga menegaskan perkembangan kesenian pesantren berasal dari Walisanga. “Kesenian di pesantren dimulai dari datangnya Islam ke Nusantara yang dibawa oleh para walisanga. Dialog antara islam dan kebudayaan Nusantara,” tutur adik sultan Hamengkubuwono X.

Ia mencontohkan perkembangan awal tradisi Sekaten. Menurutnya, awalnya tradisi sekaten dibuat oleh Sunan Bonang dan sunan Kalijaga. Sehingga budaya (seni) adiluhung adalah budaya (seni) yang menggambarkan kekuasaan Tuhan. Sehingga seni itu tidak bisa dipisahkan dari keagamaan.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: