Madrasah, Ujung Tombak Perjuangan NU

KUDUS – Ketua PCNU Kabupaten Kudus, Abdul Hadi menyampaikan Kepala Madrasah merupakan ujung tombak perjuangan NU. Madrasah perlu dikelola sebaik mungkin agar menelurkan generasi-generasi NU yang tak tertelan zaman.

“Kepala Madrasah menjadi ujung tombak perjuangan NU. Sebab bagaimanapun pekerjaan kita tak lain adalah kaderisasi para generasi yang ada di sekolah atau madrasah-madrasah,” paparnya dalam sambutan sebelum membuka Rapat Koordinasi Dinas (Rakordin) Kepala Madrasah/Sekolah LP
MA’arif NU Kabupaten Kudus di aula SMP NU Al-Ma’ruf, Rabu (17/9).

Pada kesempatan itu, Abdul Hadi juga menyampaikan pentingnya meruwat organisasi NU di ranting masing-masing oleh para praktisi pendidikan. Diantaranya menata kepengurusan NU, serta mengurus masjid dan mushalla.

Terkait pemberlakuan Kurikulum 2013, Hadi berpendapat bahwa madrasah NU justeru memiliki nilai lebih. “Kurikulum 2013 menekankan aspek penilaian sikap terhadap peserta didik. Dalam hal ini sebenarnya kita punya kelebihan tersendiri. Pendidikan di madrasah memiliki tradisi etika yang khas. Etika madrasah tentu berbeda dengan etika yang berlaku di lembaga pendidikan lainnya. Kali ini, kita layak mempertahankan etika madrasah yang telah lama kita miliki,”terang Hadi.

Ia juga mengimbau supaya penampilan fisik sekaligus administrasi madrasah bisa ditata rapi. “Penampilan fisik tak kalah penting dibenahi, baik bangunan madrasah maupun para guru. Selain itu, peningkatan pelayanan juga perlu diperhatikan. Kita perlu mengoptimalkan pelayanan yang transparan. Ketika menarik iuran SPP, maka selanjutnya juga butuh transparansi dengan para orangtua peserta didik. Sikap kita terbuka saja, itu lebih baik,” jelasnya.

Ia pun merekomendasikan madrasah NU Banat sebagai madrasah percontohan. Madrasah Aliyah khusus putri pimpinan M. Said tersebut telah diakui keunggulannya hingga internasional. Selain memfasilitasi peserta didik dengan bangku madrasah, juga menyediakan podok pesantren.

“Kita mesti sama-sama merasa saling memiliki lembaga pendidikan yang kita punya, baik sebagai guru, Kepala, hingga tukang kebun, dan yang lainnya. Usahakan agar madrasah diselenggarakan dengan bijak dan keterbukaan penuh serta akuntabel,” pungkasnya.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: