PBNU Kirimkan Lagi Kader Terbaiknya ke Maroko

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengirimkan kader-kader terbaiknya ke Maroko untuk mengikuti program beasiswa studi strata satu (S-1) tahun ajaran 2014/2015. Kali ini ada lima kader yang dikirim ke negeri kelahiran Ibnu Batutah itu, yang akan ditempatkan di Institute Imam Nafie, Tanger-Maroko.

Di sana mereka akan mempelajari ilmu-ilmu keislaman, termasuk mendalami madzhab Maliki yang dianut secara resmi oleh Kerajaan Maroko. Mereka adalah duta dari berbagai daerah dan pesantren di Jawa dan Sumatera. Nama kelima peserta tersebut ialah Royya Nahriyyah (Cirebon), Monica Syarifah luluk Al Hajiri (Bengkulu), Sita Yulia Agustina (Demak), M. Elvin Fajri Rahmika Ahmad (Bengkulu) dan Muhammad Husen (Kebumen).

Dua hari sebelum pemberangkatan, mereka terlebih dahulu diwajiban mengikuti pembekalan oleh PBNU, dalam hal ini dikoordinasi kepala biro kerja sama beasiswa Timur Tengah, Ahmad Sudrajat. Materi pembekalan itu terdiri dari strategi sukses belajar di Maroko yang disampaikan oleh mantan Ketua PCINU Maroko, Muannif Ridwan; penguatan bahasa Arab oleh kader NU lulusan Oman (sekarang menjadi Staf Ahli di Kedutaan Oman di Jakarta), Ustadz Syamsul Bahrain; dan Ke-NU-an oleh Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qoliyubi.

Dalam pembekalan ini, Mujib berpesan, mereka hendaknya di sana mampu berpikir secara kritis dan bebas. Ia menekankan mereka agar tidak jumud (stagnan) atau hanya mempelajari kitab-kitab kalsik. Namun demikian, para calon mahasiswa ini diimbau untuk selalu mendakwahkan dan mengibarkan bendera NU dimana pun kalian berada.

“Kalian pandai-pandailah beradaptasi saat menyikapi perbedaan pendapat pada masalah furu’iyyah, dengan tetap menjadi kader NU yang tawassuth. Jangan menjadi kader yang melenceng, kemudian menjadi anggota gerakan kiri atau kanan. Serta berpikirlah liberal pada masalah furu’iyyah dan jangan mengkritisi aqidah yang dianut NU,” ujanrya.

Sementara Pak Ajat, panggilan akrab Ahmad Sudrajat, selaku penanggung jawab para peserta peraih beasiswa ke Maroko ini mengatakan, melalui pengiriman kader-kader NU ke luar negeri seperti ini, artinya NU selalu bisa menjaga tradisi dan menyiapkan kader warasatul anbiya wal ulama (warisan para nabi dan ulama).

Dijadwalkan, mereka akan tiba di Bandara Mohamed V, Casablanca-Maroko pada 9 Oktober 2014, pukul 08:45 (waktu Maroko) menggunakan pesawat Qatar Airways. Di sana mereka akan disambut oleh Kusnadi El Ghezwa (Ketua PCINU Maroko) dan beberapa Staf KBRI Rabat

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: