PCINU Jerman Gelar Konferensi Pilih Pengurus Baru

MUENCHEN – Pengurus Cabang Istimewa Jerman menggelar silaturrahim di kota Muenchen Jerman bagian selatan. Empat agenda kegiatan tersebut, yakni pengajian ke-NU-an dan Aswaja, diskusi Islam Indonesia, pemilihan pengurus baru dan, tour kota Muenchen.

Menurut ketua panitia, Suratno, kegiatan berlangsung 15-16 Nopember 2014 diikuti puluhan warga Nahdliyin di Jerman, baik yang berasal dari Muenchen, Koeln, Frankfurt, Berlin dan sebagainya.

Pada sesi pengajian ke-NU-an dan Aswaja, Abdullah Ubaid Matraji, dosen STAINNU Jakarta yang kebetulan di Jerman untuk ikut Program ARFI 2014 kerja sama Diktis Kemenag dan Uni-Frankfurt, menyampaikan beberapa hal. Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang moderat dan cinta-damai harusnya tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia.

Di negara-negara yang umat Islamnya minoritas, seperti di Eropa, Islam yang berhaluan aswaja ala NU juga sangat penting untuk dibumumikan. Untuk membumikan Aswaja di negeri Eropa, menganjurkan agar pengurus PCINU Jerman tahun ini mempunyai program membuat buku Fikih Keseharian di Negeri Eropa.

Buku itu, kata Pengurus Pusat Lakpesdam NU tersebut, memuat amaliyah warga NU dan tata cara ibadah di Eropa, misalnya wudhu di musim dingin, shalat jumat kurang dari 40 jamaah, waktu shalat dan puasa, jamak-qashar, dan sebagainya. Dengan harapan buku tersebut menjadi pedoman pelaksanaan ibadah, tidak hanya warga nahdliyin, tapi juga seluruh umat Islam yang tinggal di Eropa.

Acara silaturrahim juga memiliki agenda pemilihan pengurus baru. Hal ini karena pengurus lama Ketua Syuriah Syafiq Hasyim dan ketua Tanfidziyah Suratno sudah kembali ke Indonesia. Demikian juga beberapa pengurus lainnya sudah tidak di Jerman lagi.

Setelah melalui musyawarah-mufakat, tim formatur memilih Munirul Ikhwan sebagai Ketua Syuriah yang baru dan Zacky Khairul Umam sebagai ketua Tanfidziyahnya.

Munirul adalah alumni Universitas al-Azhar kairo yang sekarang sedang menempuh S3 di Berlin dalam bidang tafsir. Sementara Zacky adalah alumni sastra Arab UI yang baru saja memulai studi S3-nya di Jerman tahun ini tentang Sejarah Islam.

Selanjutnya, Munirul dan Zacky akan membentuk kepengurusan baru untuk meanjutkan tongkat estafet NU Jerman.

Hari terakhir acara sillaturrahim di isi dengan tour keliling kota Muenchen. Para peserta jalan-jalan ke situs-situs penting yang ada di kota itu seperti stadion Allianz Arena yang merupakan markas klub sepak bola FC Bayern Muenchen, juga ke museum BMW, salah satu perusahaan mobil raksasa dunia asal Jerman.

Peserta juga jalan-jalan ke Merianplatz dimana terdapat gedung-gedung tua peninggalan kerajaan Bavaria dan sebagainya.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: