Tradisionalisme NU

Oleh KH As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU

Selama ini Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi Islam tradisional. Sering, sifat tradisional ini dilihat secara negatif sehingga organisasi ini dianggap terbelakang dalam pola pikir, oportunis dalam berpolitik dan sinkretik dalam beragama.

Belakangan cara pandang ini mengalami revisi. NU memang tradisional dalam arti gerakan Islam yang memiliki kesadaran diri tradisionalisme (self-consciousness traditionalism). Artinya, warga NU adalah muslim yang berkesadaran dengan tradisi, menjadikan tradisi sebagai “saringan simbolik” untuk memaknai sesuatu. Bahkan lebih dari itu, tradisi ditempatkan sebagai kuasi-ideologi (yang terbuka), berhadapan dengan ideologi-ideologi lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: