10 Hari, IAI Cipasung Helat Peringatan Usia Setengah Abad

Tasikmalaya, Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) memperingati hari lahirnya yang ke-50 di  Kompleks Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, 19-28 September 2015.

Peringatan setengah abad kampus yang berdiri sejak 25 September 1965 ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba seni Islam antar-Pesantren se-Priangan Timur, bazar,turnamen voli antar-SLTA se-Priangan Timur, jalan sehat dan bakti sosial.

Pada malam puncak, peringatan hari lahir akan dimeriahkan dengan penampilan dari grup Qasidah Almanar dan Ebrazz. Pelantun lagu Sunda Doel Sumbang yang akan meluncurkan lagu terbaru berjudul “Cipasung” pun bakal turut tampil dalam ajang ini. Rangkaian acara diakhiri dengan wisuda pada 28 September 2015.

Ketua panitia Harlah IAIC Fu’ad mengatakan, harlah kali ini termasuk harlah emas karena angka 50 bukan angka yang sedikit. Seni Islam ditampilkan untuk mengikti jejak dakwah Wali Songo yang menggunakan media budaya untuk menyebarkan Islam di Nusantara.

Menurut Rektor IAIC KH Abun Bunyamin Ruhiat saat ditemui di Rektorat IAIC menuturkan, di harlah ke-50 ini ia berharap alumni dari IAIC bisa lebih bisa berkontribusi di masyarakat. Ia bersyukur sekarang alumni IAIC ini mendominasi guru agama kususnya wilayah Priangan Timur dan sekitarnya.

“Hal ini dibuktikan ketika ada workshop guru agama se-Tasikmalaya atau se-Jawa Barat pun, yang hadir mayoritas adalah Alumni IAIC,” tuturnya.

IAIC didirikan tokoh NU KH Ruhiat dan KH Ilyas Ruhiat untuk membumikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah. Kampus berbasis pesantren ini berjuang untuk meningkatkan mutu pendidikan masyarakat. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: