386 Mahasiswa STAINU Jakarta Diwisuda Besok

Jakarta, STAINU Jakarta akan mewisuda 386 orang mahasiswa, berasal dari empat program studi yakni Perbankan Syariah (PS), Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwalus Syakhsiyah (AS), dan juga Program Pascasarjana Magister Islam Nusantara, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta.

Jumlah total keseluruhan sampai Wisuda Ke-4 ini, STAINU Jakarta telah mencetak lulusan 1.033 Wisudawan yang berasal tidak saja dari lingkungan Jabodetabek tapi juga berasal daerah-daerah jauh di luar Jakarta yang merupakan basis akar rumput kantung-kantung nahdliyyin.

STAINU Jakarta juga telah meluluskan mahasiswa-mahasiswi kelas Internasional kerjasama STAINU Jakarta dengan Universitas Ibnu Thufail dan Universitas Abdel Malik Es-Sa’adi Maroko. Mahasiswa-mahasiswi tersebut telah berhasil menyelesaikan studinya dengan baik selama ada di Maroko dan juga ketika melanjutkan studi di Indonesia.

“Program kelas Internasional STAINU Jakarta sampai saat ini masih berlangsung dengan menggandeng bukan saja Universitas Ibnu Thufail dan Abdul Malik Es-Sa’adi di Maroko, namun juga Universitas Zaitunah di Tunisia,” ujar Ketua STAINU Jakarta, dr H Syahrizal Syarif, MPH, PhD dalam keterangan rilisnya, Senin (28/9).

Di samping itu, lanjutnya, pada wisuda ke-4 ini, STAINU Jakarta juga meluluskan mahasiswa-mahasiswi Program Pascasarjana Magister Sejarah Kebudayaan Islam dengan Konsentrasi Islam Nusantara hasil kerjasama STAINU Jakarta dengan Kementerian Agama dan juga Yayasan Said Aqil Siroj. “Ini adalah hal yang patut dibanggakan, sebab di tengah riuhnya isu tema Islam Nusantara, STAINU Jakarta menjawab tantangan itu dengan kajian akademik yang bisa dipertahankan secara ilmiah oleh para mahasiswanya. Dan besok mereka resmi dikukuhkan sebagai Magister Humaniora,” jelasnya.

Syahrizal menjelaskan, para Magister Humaniora Islam Nusantara lulusan STAINU Jakarta ini digembleng dengan sederet mata kuliah khas keislaman ala Nusantara yang lebih menekankan sikap inklusivitas. Banyak penelitian Tesis yang mengangkat fenomena khas keislaman Nusantara yang selama ini kurang terekpos dengan baik.

“Tesis-tesis Magister Humaniora Islam Nusantara STAINU Jakarta diharapkan menjadi saldo khazanah keilmuan Islam Nusantara. Terlebih tesis-tesis tersebut telah berhasil dipertahankan secara ilmiah,” paparnya.

Terlepas dari itu semua, imbuhnya, pada tahun 2015 ini, STAINU Jakarta menandai komitmen untuk menjadi kampus yang mencapai tahap bersaing dengan berbagai terobosan, antara lain: integrasi sitem informasi akademik, pengembangan infrastruktur Kampus B di Parung, Bogor yang meliputi gedung pembelajaran dan juga rumah susun mahasiswa (Rusunawa). “Dalam bidang keuangan, kami menggandeng BRI Syariah untuk bersinergi membangun pola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel,” tutupnya. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: