500 Pati Santri Dilatih Jadi Wirausahawan

Pati, NU Online
Sekitar 500 santri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis, dididik menjadi pengusaha lewat lokakarya kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Lokakarya kewirausahaan tersebut digelar di aula Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Hadir pada acara tersebut, yakni Direktur Micro dan Business Banking Bank Mandiri Tardi, Deputi V Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Prasetyo, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pusat Miftah Faqih, serta pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Muh. Najib Suyuti.

Sementara pembicara yang dihadirkan, yakni CEO Petak Umpet M. Arief Budiman serta finalis kompetisi Wirausaha Muda Mandiri asal Jateng untuk berbagi pengalaman. 

Menurut Direktur Micro dan Business Banking Bank Mandiri Tardi saat sambutan pada acara Lokakarya “Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren” di Pati, Kamis, pensantren menyimpan potensi bibit wira usaha yang perlu diberikan pembinaan dan pendampingan agar kemampuan berbisnisnya terasah sesuai dengan kearifan lokal.

Apalagi, kata dia, pesantren telah lama mengakar di masyarakat.

Hal demikian, tentunya menjadi kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup.

Lewat program lokakarya bertajuk “Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren”, kata dia, Bank Mandiri ingin membuka wawasan dan menumbuhkan sense of business para santri agar tercipta wira usaha-wira usaha muda yang potensial dan mandiri.

Terlebih lagi, kata dia, para santri memiliki kedisiplinan, etika dan semangat juang tinggi.

“Kami ingin memprovokasi para santri agar setelah lulus sekolah bukannya mencari pekerjaan, melainkan bisa membuka lapangan usaha sendiri,” ujarnya.

Jika jumlah santri yang menjadi pengusaha semakin bertambah, dia berharap, bisa menambah jumlah pengusaha di Tanah Air, karena persentase sebelumnya baru 0,2 persen.

Idealnya, kata dia, jumlah pengusaha di Tanah Air mencapai 2 persen, mengingat di negara lain cukup banyak.

Pada kesempatan tersebut, Bank Mandiri juga menyerahkan hibah pengadaan sarana pendidikan senilai Rp50 juta untuk pesantren Radulatul Ulum dan Rp225 juta untuk sembilan pesantren lain di Pati.

Sebelumnya, Bank Mandiri juga menggelar kegiatan serupa di Medan dan Makassar, sedangkan pada Desember 2015 akan diselenggarakan kegiatan serupa di pesantren Sunan Dradjat Lamongan dengan peserta sebanyak 1.500 santri.

Pengasuh pesantren Raudlatul Ulum Muh. Najib Suyuti menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Mandiri yang telah mendidik para santri agar menjadi wiraswasta lewat lokakarya bertajuk “Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren”.

Apalagi, lanjut dia, pesantren Raudlatul Ulum juga memiliki beberapa bidang usaha yang bertujuan untuk melatih kemampuan para santrinya dalam berwira usaha mandiri.

Di antaranya, tersedia ruang pamer jahit, koperasi, areal persawahan untuk ditanami aneka komoditas tanaman, serta tambak yang bisa dijadikan tempat budi daya bandeng maupun udang. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: