689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, NU Online
Menjelang keberangkatan ke tanah suci pada 9 September mendatang, sebanyak 689 calon haji (Calhaj) kabupaten Probolinggo 2015 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8). Kegiatan bimbingan diakhiri dengan tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab setempat.

Tasyakuran pemberangkatan calhaj ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Probolinggo H Bustami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Cholili dan Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri.

Hadir pula Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono, sejumlah Kepala SKPD dan Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekabupaten Probolinggo.

Tahun ini, calon tamu Allah asal Probolinggo sebanyak 689 orang. Mereka tergabung dalam kloter 47 dan 48 yang akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari Obyek Wisata Religius Miniatur Ka’bah desa Curahsawo kecamatan Gending, Probolinggo pada 9 September 2015 mendatang.

Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, penutupan bimbingan manasik haji dan selamatan pemberangkatan calon jamaah haji ini merupakan sebuah budaya yang tidak boleh berhenti karena menyangkut dengan tradisi masyarakat Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan calon tamu Allah yang akan berangkat ke tanah suci.

”Selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci sebagai tamu Allah. Tidak semua orang mendapatkan panggilan untuk datang ke rumah Allah. Sebagai tamu Allah, berangkat dan datang harus diselamati. Semoga ilmu yang didapat selama pelaksanaan bimbingan manasik haji manfaat dan barokah,” ujarnya.

Sementara H Hasan Aminuddin meminta para calon tamu Allah ini untuk selalu menjaga kesehatan sejak awal sampai akhir. Sebab dalam ibadah haji ini dibutuhkan tenaga dan fisik yang lebih.

“Perbanyaklah berbicara dengan Allah melalui berdzikir, istighfar serta sholawat. Sebab tempat itulah sebagai tempat pertobatan bagi manusia yang selalu banyak dosa,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan bahwa salah satu tugas Komisi VIII DPR RI adalah menangani masalah haji. Berkat perjuangan Komisi VIII, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini turun.

“Sisa kuota akhirnya dikembalikan dan disebar ke seluruh Indonesia, khususnya Probolinggo mendapat jatah yang diberikan kepada para orang yang sudah tua (lansia),” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)