7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU

Jombang,
Berbagai cara dilakukan memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, salah satunya adalah pemberian talih asih kepada para pejuang perang kemerdekaan. Hal itu dilakukan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU, (10/11) di Makodim 0814 Jombang.

Sebanyak 7 veteran laskar Hizbullah mendapatkan santunan dari LAZIS NU Jombang bersama puluhan veteran TNI yang ikut berjuang kemerdekaan. 

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita LAZIS NU kepada para pejuang kemerdekaan, karena atas jasa beliau-beliaulah negara kita bisa seperti sekarang ini,” ujar H Maulana Syahiduzzaman Ketua LAZIS NU Jombang mengatakan.

Sebagai generasi penerus, kaum muda harus terus berjuang untuk negara, karena Fatwa Resulusi Jihad KH Hasyim Asyari yang menjadi penggerak semangat perjuangan melawan penjajah hingga kini belum pernah dicabut.

“Kita harus terus berjuang mempertahankan NKRI, kedaulatan dalam segala bidang keumatan keindonesian dan semua perjuangan ini ranah hukumnya masih fardlu ain,” tuturnya.

Para veteran yang mendapatkan tali asih atau santunan ini, dikatakannya terdiri dari  veteran laskar Hizbullah dan TNI ada sebanyak 35 veteran yang mendapatkan tali asih. Dari lasakar Hizbullah ada sebanyak 7 orang, dan yang paling banyak adalah veteran TNI. Setiap veteran mendapatkan santunan sebesar Rp250 ribu.

Sebelum pemberian santuanan, juga dibacakan tahlil dan doa bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur di medan perang. Kemudian dilanjutkan testimoni para veteran saat ikut berjuang mengusir penjajah. 

“Kita serahkan dan patuh terhadap kiai, kiai meminta kita berjihad membela negara kita siap dan berangkat hanya menggunakan senjata bambu runcing,” ujar Mbah Wahab (89) salah satu pejuang Hizbullah asal Megaluh Jombang dalam testimoninya.

Para santri, lanjut Mbah Wahab sebelum berangkat terlebih dahulu mendapat “gemblegan” oleh 7 kiai sepuh. Mereka dilatih perang dan juga mendapatkan ilmu kekebalan.

“Tidak ada rasa takut sama sekali, kita berperang lebih banyak malam hari, karena senjatanya hanya bambu runcing,” imbuh Banser tertua di Jombang ini.

Para veteran yang mendapatkan santunan tidak hanya dari kaum laki laki, dua veteran perang perempuan juga mendapatkan santunan.

“Dulu saya pertamakali membantu memasak, kemudian tergabung di PMI kesehatan. Saat perang di Sumobito kita terdesak, pasukan mundur ke hutan, dan hanya makan paci atau buah mengkudu,” tutur Tuminah nenek asal Carangrejo Kesamben.

Hadir dalam silaturrahmi dan pemeberian tali asih bagi veteran Hizbullah dan TNI ini diantaranya, Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar, KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, dan perwakilan Badan Otonom NU. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: