8 Tahun Donor Darah, Muslimat Jombang Sedekah Kemanusiaan

Jombang, NU Online
Tahlil kubro tidak semata kegiatan rutin berupa pembacaan yasin, tahlil, dan mengirimkan fatihah untuk para sesepuh. Di Megaluh Jombang, rutinan tiga bulan sekali ini juga diisi kegiatan donor darah. Kegiatan ini sudah berjalan delapan tahun terakhir.

Karenanya Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jombang memberikan penghargaan kepada PAC Muslimat NU Megaluh atas konsistensinya ini. Penyerahan diberikan pada kegiatan serah terima jabatan dan pelantikan Muslimat NU Jombang periode 2015 – 2020.

Ketua Muslimat NU Jombang Nyai Hj Mundjidah Wahab sangat bangga atas prestasi tersebut. “Bersedekah untuk kemanusiaan sangat besar pahalanya karena bisa menyelamatkan jiwa manusia,” kata Hj Mundjidah, Ahad (23/8).

Dengan prestasi yang telah diraih ini, pada kesempatan berikutnya kegiatan donor darah akan dilaksanakan di seluruh kepengurusan Muslimat tingkat kecamatan di Jombang. “Kita memiliki 21 kecamatan dan sekaligus kepengurusan Muslimat di sana,” katanya.

Karena itu, lanjut Wakil Bupati Jombang ini, seluruh kecamatan akan juga melakukan donor darah saat tahlil kubro.

Apresiasi serupa disampaikan Bupati Jombang H Nyono Suharli Wihandoko. Ia merasa sangat terbantu atas kiprah NU khususnya Muslimat. “Seluruh kegiatan Muslimat ternyata menjadi realisasi dari kampanye kami yang akan menyejahterakan Jombang untuk semua,” katanya saat sambutan.

Muslimat NU di kota santri ini memiliki tradisi tahlil kubro yang diselenggarakan di setiap kepengurusan pimpinan anak cabang (PAC). “Kegiatan dilangsungkan setiap 3 bulan sekali dengan mendatangkan warga dan kepengurusan di tingkat desa,” kata Bu Mundjidah.

Kegiatan ini selalu diikuti ribuan warga. “Mengapa mereka datang? Karena saat itu ada kesempatan memberikan kiriman surat Alfatihah kepada para pendahulu yang tentunya dibacakan ribuan jamaah yang datang,” kata mantan Ketua Muslimat NU Jombang Hj Aisyah Muhammad. Warga memiliki keyakinan, dengan dibacakan ribuan jamaah, maka kiriman doa dan fatihah tersebut akan diterima sebagai jariyah, lanjutnya.

Tahlil kubro juga diisi dengan pengumuman terbaru baik yang menyangkut kebijakan organisasi maupun informasi kesempatan keterampilan dan layanan kesehatan. “Kami juga menerima banyak masukan program yang dikehendaki warga untuk keterampilan tambahan,” kata Bu Is, sapaan akrab Hj Aisyah.

Nyai Hj Mundjidah juga berharap agar kepengurusan Muslimat akan lebih baik. “Ini sebagai bentuk tanggung jawab perempuan bagi peningkatan kualitas diri demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)