Agama yang Indah itu Kalau Bisa Diamalkan

<

div class=”message-htmlpart”>

<

div class=”rcmBody”>

<

div dir=”ltr”>
Jombang, NU Online
Di sela-sela acara Muktamar NU nampak seorang sastrawan masyhur D. Zawawi Imron sedang berkeliling di alun-alun kota Jombang, Ahad sore, (02/08). Tak mau melewatkan kesempatan ini, seorang tim Majalah Bangkit menghampirinya.

Amru, tim Majalah Bangkit memaparkan, bahwa Kiai Zawawi berpesan kepada para generasi muda NU, mulai sekarang ini selain belajar agama, semestinya kita juga harus mengamalkan agama itu. 

“Jadi tak cukup agama itu hanya dijadikan ilmu. Agama yang indah itu kalau bisa diamalkan” tegas sastrawan yang mendapat julukan Celurit Emas ini.

Kiai Zawawi menegaskan, bahwa juga tidak kalah pentingnya, agama itu punya orientasi kepada kemajuan umat, sehingga hari besok itu lebih baik dari sekarang.

Menurut Kiai Zawawi, kita selain mengembangkan akal sehat kolektif, menghargai orang lain, tapi tidak kalah pentingnya adalah juga harus mengembangkan daya kreatifitas. Sehingga dari itu, kita dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru untuk menjawab tantangan zaman.

Karenanya, kita harus sadar bahwa zaman itu sedang berjalan. Zaman itu menuju hari esok. Dan untuk mengantisipasi hari esok, kita harus mengembangkan keilmuan kreatif, sehingga mampu menjawab tantangan hari esok,” pungkas sastrawan asal Madura ini. (Anwar Kurniawan/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)