Agus Sunyoto Cerita Kronologi Peristiwa Sepuluh November

Jakarta, NU Online
Ketua PP Lesbumi H Agus Sunyoto menuturkan rangkaian peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Di hadapan diskusi Tashwirul Afkar di perpustakaan PBNU, H Agus Sunyoto menghitung langkah mundur 10 November yang ditandai kemudian sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Menurut Agus, melihat sejarah harus dengan kaca mata secara utuh dan tidak terkotak-kotak pada satu peristiwa saja. Pertempuran 10 November Surabaya yang kemudian dikenal sebagai hari pahlawan juga harus dilihat secara utuh. Agus menegaskan, tidak ada peristiwa yang tiba-tiba terjadi tanpa ada penyebabnya.

Kabar akan datangnya pasukan Inggris dan sekutu untuk mengembalikan pemerintahan Indonesia kepada Belanda, H Agus bercerita, membuat keputusan besar para ulama se-Jawa Madura, yang disebut Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober. Yaitu kewajiban membela negara bagi setiap orang muslim. Fatwa yang kemudian menjelma api semangat arek-arek Surabaya untuk tetap mempertahankan kemerdekaan. Pertempuran pertama terjadi tanggal 26 Oktober, di mana rakyat mampu menguasai Kota Surabaya dan mematikan seluruh jaringan listrik, telephone, dan air.

“Orang Surabaya tidak menyebutnya pertempuran, tetapi tawuran karena tidak ada yang mengomandoi,” imbuh H Agus, Jumat (13/11) siang.

Lebih lanjut, Agus Sunyoto mengatakan dari 26 disambung pertempuran tanggal 27 yang menjadikan tentara sekutu terjepit dilanjut tanggal 28 Oktober, dibantu Tentara Keamanan Rakyat (sekarang TNI) korban dipihak tentara sekutu. Tidak kurang 2.000 pasukan tewas. Akibatnya Jenderal Mallaby mendatangkan Ir Soekarno dan pimpinan pasukan Inggris Jakarta Douglas Cyril Hawthorn untuk melakukan kesepakatan genjat senjata pada 29 Oktober di Gedung Internatio Surabaya.

“Saat akan menyampaikan hasil kesepakatan ke khalayak umum, pecah kerusuhan yang kemudian menewaskan Jenderal Mallaby,” kata Ketua Lesbumi.

Pengajar Pasca Sarjana STAINU Jakarta mengatakan, atas kematian Mallaby, Jenderal Christison, komandan pasukan Inggris dan sekutu Asia Tenggara marah. Pada tanggal 9 November, mereka mengirim ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan pelaku pembunuhan dan melucuti senjatanya.

“Kemudian meletuslah pertempuran besar 10 November disebabkan rakyat memilih untuk menolak,” imbuhnya.

Dari kejadian inilah, 10 November memunyai hubungan erat dengan Resolusi Jihad. 10 November ada karena Jenderal Mallaby tewas, di mana diakibatkan dari pertempuran 3 hari 26, 27, 28 Oktober, yang semuanya bermuara pada Resolusi Jihad.

“Dijaminnya mati syahid bagi mereka yang mati di pertempuran membuat tidak satupun rakyat tidak bertempur,” pungkas Agus Sunyoto. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: