Aisyah Hamid Baidhowi: NU Butuh Panduan Dakwah

Jakarta, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi dakwah Islam terbesar se-Indonesia membutuhkan sebuah frame yang berfungsi sebagai panduan dakwah. Frame ini berguna untuk dijadikan pedoman dan pegangan bagi setiap aktivitas dakwah Nahdlatul Ulama di segenap aspek. Baik oleh para pengurus di berbagai tingkatan maupun oleh tiap komunitas di berbagai konsentrasi dakwah.

Demikian dinyatakan sesepuh Muslimat Nahdlatul Ulama Nyai Hj. Aisyah Hamid Baidhowi kepada NU Online, Kamis (30/7). Menurut cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ini, frame tersebut digunakan sebagai bingkai dakwah agar setiap kegiatan dan misi perjuangan NU tidak keluar dari koridor-koridor Ahlussunnah wal Jamaah.

“Pedoman dakwah ini bisa dibuat untuk jangka waktu yang panjang. Jadi tidak berubah setiap ganti kepengurusan atau berubah terjadi perkembangan tren zaman. Dengan pedoman ini, kita bisa mempersiapkan materi-materi dan visi dakwah ke depan dalam jangka panjang,” tutur Aisyah.

Lebih lanjut Aisyah menjelaskan, Bila memiliki pegangan yang kuat, Nahdlatul Ulama dapat menapaki tahapan-tahapan dakwah dengan lebih mantap dan tidak mudah terombang-ambing oleh situasi dan kondisi sosial-politik yang ada. Dengan pijakan dakwah yang kokoh Nahdlatul Ulama dapat memprediksikan pola masyarakat yang diinginkan dan akan dibentuk hingga puluhan tahun ke depan.

“Pedoman atau panduan dakwah ini bisa dibuat oleh para ahli dakwah dengan melibatkan para sosiolog dan futurolog, sehingga tidak cepat basi atau ketinggalan zaman. Panduan dakwah ini mengatur tentang skala prioritas dan batasan-batasan toleransi Ahlussunnah wal Jamaah yang dikembangkan oleh berbagai kalangan pengurus, aktifis dan warga Nahdlatul Ulama,” ungkap adik kandung Gus Dur ini.

Aisyah berpendapat bahwa tanpa panduan yang jelas dalam berdakwah warga Nahdliyin akan kehilangan arah dalam mewujudkan cita-cita kehidupan masyarakat yang lebih baik. Tanpapedoman dakwah yang jelas, para aktifis dikhawatirkan hanya akan mengikuti trend global yang tidak tentu arahnya.

“Sejak awal didirikan, NU mencita-citakan tumbuhnya masyarakat religius dalam bingkai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sejahtera dan bermartabat. Nahdlatul Ulama harus terus dijalankan dalam rel yang jelas, rel dakwah yang mengayomi warga masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Islam rahmatan lil’alamin,” tandasnya. (Syaifullah Amin/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)