Al-Bahri, Forum Istighotsah Bersama Fatayat, IPNU, dan IPPNU Nganjuk

Nganjuk,
Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Nganjuk bekerjasama dengan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU  Kabupaten Nganjuk mengadakan Istighotsah rutin yang diberi nama dengan Al-Bahri diselenggarakan tiap dua bulan sekali di wilayah Nganjuk secara bergiliran.

Pengajian rutin setiap Ahad pon ini diisi oleh pengurus Fatayat dan IPNU-IPPNU secara bergantian, walaupun belum menjangkau seluruh kecamatan di Nganjuk. 

“Setiap Ahad pon, rutinan di kecamatan di wilayah Nganjuk secara bergantian,” tutur Ketua PC Fatayat kabupaten Nganjuk ustadzah Tutik Malikhah di  balai pendopo kecamatan Lengkong Nganjuk, Ahad (15/11).

Istighotsah kali ini dipimpin oleh KH Muhamad Atiq Al –Mursyid yang ini berlangsung hidmat. Sekitar 10.000 jama’ah hadir dalam acara tersebut.

Ustadzah Tutik Malikhah selaku ketua cabang Fatayat Nganjuk dalam sambutannya berharap kepada seluruh hadirin untuk sungguh-sungguh melaksanakan ibadah istighotsah ini serta meminta pedagang asongan untuk tidak berjualan di tengah kegiatan berlangsung. Ia juga berharap kepada seluruh jama’ah untuk berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdiyah, ajaran yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Tutik menyatakan prihatin dan turut berduka cita atas kejadian insiden pengeboman dan penembakan di Paris Perancis. 

“Semua itu merupakan aksi teroris yang bukan dari ajaran dari agama Islam karena agama Islam tidak mengajarkan terorisme,” pungkasnya.

Terakhir, ia menegaskan agama Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, agama yang menjunjung tinggi perbedaan agama, menjunjung tinggi kebinekaan, yang tasamuh, tawazzun, dan i’tidal. (Atik Fatmawati/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: