Al-Qur’an Harus Jadi Inspirasi Membangun Karakter Bangsa

Jakarta, NU Online
Nabi Muhammad dengan pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an terbukti berhasil mengubah karakter bangsa Arab yang sebelumnya diwarnai penyimpangan menjadi masyarakat berbudaya dan berperadaban. Karenanya, sebagai bangsa yang penduduknya mayoritas beragama Islam, sudah seharusnya umat Islam Indonesia menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter bangsa. 

Demikian diungkapkan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Mas’ud saat menjadi pembicara pada “Seminar Pendidikan Karakter berbasis Al-Qur’an” yang diselenggarakan di Auditorium Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta, Ahad,  (22/11). Seminar ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang-Diklat Kemenag bekerjasama dengan Institut  PTIQ Jakarta. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

“Sebagai kitab suci, Al-Qur’an sarat dengan konsep dan nilai-nilai moral yang sangat relevan untuk dijadikan sebagai rujukan utama dalam pembinaan karakter masarakat, khususnya generasi muda,” terang Rahman. 

Dunia pendidikan, menurut Rahman, harus berperan penting dalam menangkal dekadensi moral bangsa. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan, tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik sebagai manusia beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat lahir maupun bathin, berilmu, memiliki kecakapan dan kreatifitas, memiliki kemandirian, menjadi warga negara yang demokratis dan memiliki sikap yang bertanggung jawab. 

“Sekolah tidak hanya bertanggung jawab dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu penggetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki pribadi yang berkarakter dan berkepribadian sebagaimana dituntut dalam tujuan pendidikan nasional,” terang Rahman.   

Rektor Institute PTIQ  Nasaruddin Umar menjelaskan, pendidikan karakter termaktub dalam QS Lukman ayat 17-19. Menurutnya, kedua ayat itu  paling tidak mengandung dua pesan penting yang dapat diambil. 

“Pertama, pendidikan karakter harus mampu membentuk keperibadian yang tangguh dan berakhlak baik yang  termanifestasi pada bentuk kepatuhan yang komperhensif kepada Allah,” kata mantan Wakil Menteri Agama ini. 

“Kedua, pendidikan karakter juga harus menekankan kepada prilaku dan sikap yang baik dalam berinteraksi dalam masyarakat,” tambahnya.

Nasaruddin memandang, pendidikan karakter  merupakan keniscayaan yang wajib dilaksanakan dalam proses pembentukan generasi bangsa agar terbentuk generasi yang memiliki kompetensi sekaligus akhlak yang baik. 

Seminar ini dihadiri oleh 150 orang peserta terdiri dari Dosen, Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam, Guru-Guru Madrasah serta Pimpinan Pondok Pesantren Se-Jabodetabek. Selain Kabalitbang dan Diklat, hadir sebagai pembicara adalah Rektor Institut PTIQ Jakarta, Nasarudin Umar. Pada akhir materinya, Rahman mengingatkan bahwa  dari seminar ini, diharapkan akan tumbuh semangat dan partisipasi aktif para pendidik, pemuda, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan dalam mempersiapkan bekal yang diperlukan generasi bangsa yang berkarakter unggul sesuai ajaran Al-Qur’an. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: