Alumni IPNU-IPPNU Pasuruhan Dirikan Nahdliyin Foundation

Kudus, Meski sudah mentas sebagai aktivis atau pengurus, sejumlah alumni IPNU- IPPNU Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah masih memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pelajar NU. Sejak tahun 2012, mereka telah menggerakkan lembaga donasi bernama ‘Nahdliyin Foundation’ sebagai upaya membantu pelajar yang kurang mampu dan anak yatim di desa tersebut.

Menurut  Humas Nahdliyin Foundan Ahmad Nur Chamid, lahirnya gagasan ini berawal dari hasil kajian bahwa banyak para pelajar terutama anggota IPNU-IPPNU yang kondisinya sangat membutuhkan bantuan. Terlebih lagi, kata dia, pengalaman para alumni saat menjadi pelajar ada kalanya memang memprihatinkan.

“Setelah tidak jadi pelajar, para alumni sudah mempunyai penghasilan sedikit-sedikit berusaha iuran bersama untuk membantu kebutuhan finansial sekolah kader-kader IPNU-IPPNU supaya kondisinya tidak seperti pelajar pada masa-masa kita dahulu,” ujarnya kepada , Senin (9/11).

Ia menuturkan saat berdiri bulan Maret 2012 lembaga ini bernama IP3NU Fondation yang bantuannya dikhususkan untuk kader yang menjadi anak yatim piatu. Namun, karena ada keinginan untuk memperluas bantuan kepada warga NU, lembaga berganti nama Nahdliyin Foundation.

“Setelah menjadi Nahdliyin Foundation, kita akan memberi bantuan tidak hanya kepada kader IPNU-IPPNU yang masih sekolah saja melainkan akan melebar ke pelajar usia MI dengan kriteria anaknya warga NU,”ujar Chamid.

Sejak berdiri, pemasukan dana tiap bulan sebanyak Rp 750 ribu dari donatur aktif 15 alumni IPNU-IPPNU. Hingga kini, para donatur semakin bertambah sehingga dana yang dikumpulkan mengalami peningkatan. “Saat ini saldo donasi Nahdliyin Foundation sudah mencapai Rp 18 juta,” jelas Chamid.

Dituturkannya, pemberian bantuan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali menjelang mid smester dengan jumlah disesuaikan kebutuhannya. Dalam tiga bulan sekali, rata-rata penerima bantuan sekitar 10 pelajar yang membutuhkan.

“Usai penyerahan, manajemen selalu meminta kuitansi dan tanda tangan guru sebagai bukti apakah uang bantuan telah digunakan sebagaimana mestinya atau belum,” katnya

Terkait penerima bantuan, Chamid menjelaskan, pihaknya menyebar blanko kepada kader yang masih pelajar kepada anggota IPNU-IPPNU. Kemudian diseleksi pelajar yang memang kondisinya sangat memprihatinkan dan memerlukan bantuan.

“Kita berharap gerakan sosial ini mampu meringankan beban pelajar NU sehingga mereka bisa belajar mencari ilmu tanpa dibebani pikiran biaya. Kepada para alumni semoga masih tetap peduli dan dari tahun ke tahun semoga bisa bertambah donatur tetapnya,” harap Chamid. (Qomarul Adib/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: