Ansor Banyuanyar Fokuskan PKD ke Pembentukan Karakter Pemuda

Probolinggo, Dalam rangka membentuk karakter pemuda, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pondok Pesantren Bahrul Huda di Desa Klenang Kidul Kecamatan Banyuanyar, Selasa (3/11).

PKD ini diikuti oleh 121 orang peserta terdiri dari 27 orang pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Banyuanyar, 54 orang pengurus ranting dari 14 desa serta 26 orang utusan dari PAC GP Ansor Kecamatan Maron, Tiris, Gending, Tegalsiwalan, Kraksaan dan Paiton.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Banyuanyar H Didik Abdul Rohim, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Banyuanyar Kiai Bahar, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq dan sejumlah pengurus.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan  Banyuanyar Kholilullah mengatakan, selain untuk membentuk karakter pemuda, kegiatan ini bertujuan sebagai kaderisasi dalam semangat juang mempertahankan NKRI serta menajamkan keteguhan dalam melestarikan warisan ulama NU aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.

“Melalui PKD ini diharapkan para pengurus GP Ansor memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan setia terhadap NKRI, dapat membedakan aliran-aliran radikal yang menyesatkan serta membentuk khilafah dengan mengatasnamakan agama,” katanya.

Sementara Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq mengharapkan agar peserta PKD mampu membesarkan organisasi GP Ansor dan berjuang dengan sepenuh hati. “Diharapkan para pengurus GP Ansor memberikan manfaat seluas-luasnya untuk NKRI dan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah,” harapnya.

Sedangkan Camat Banyuanyar H Didik Abdul Rohim mengatakan, bahwa bukanlah pemuda yang mengatakan ada bapak saya, tetapi yang dikatakan pemuda adalah diri saya. “Kalau pemuda ingin sukses, maka harus memiliki komitmen, konsensus, konsekuen dan konsisten,” katanya.

Dalam PKD tersebut, para pemuda mendapatkan beberapa materi meliputi sesi ta’aruf, Aswaja, tradisi dan amaliyah Aswaja, ke-NU-an, ke-GP Ansor-an, dasar keorganisasian dan diakhiri dengan pembai’atan. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: