Ansor Waykanan Ajak Kader Manfaatkan Popok Bekas

Waykanan,
Lingkungan hidup adalah pinjaman dari generasi akan datang. Karena itu, wajib dikembalikan dengan kondisi baik atau tidak rusak. Menjaganya dengan cara sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan adalah tanggung jawab bersama. Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto yang bergelar Ratu Ulangan, di Blambangan Umpu, Sabtu (3/10).

“Salah satu sampah rumah tangga sering dibuang ialah popok instan alias disposable diaper, yakni jenis popok sekali pakai yang umumnya terbuat dari bahan penyerap seperti tissue, fluff pulp. Limbah tersebut jika dibuang akan menumpuk dan terus menumpuk, dibakar juga tidak bisa. Karena itu harus ada solusi atas limbah itu,” ujar Gatot yang juga bergiat di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu pula.

Popok instan termasuk salah satu golongan sampah anorganik yang memiliki sifat unik, yaitu bisa menyerap dan menyimpan air. “Meyakini kebersihan sebagian dari iman tapi tidak melakukannya itu suatu keanehan. Popok instan bekas tidak perlu dibuang, manfaatkan saja sebagai media tanam,” kata dia lagi.

Koordinator The Society of Environmental Journalists (SIEJ) atau masyarakat jurnalis lingkungan hidup di Lampung itu menambahkan, pemeliharaan lingkungan hidup akan memberikan dampak yang positif bagi individu serta kualitas lingkungan hidup mendatang.

Menurut dia pula, pemanfaatan limbah tersebut saat ini sudah disampaikannya kepada sejumlah kader GP Ansor Banjit. Ia meminta, masyarakat yang memiliki balita didata dan diajak kerja sama.

“Ansor dengan menggandeng pihak ketiga bisa membantu menyiapkan polyback dan mendistribusikannya kepada keluarga yang mempunyai balita agar mereka mengumpulkan limbah popok bayi instan di polyback yang nantinya akan diambil kader Ansor atau simpatisannya.”

Kader muda Nahdlatul Ulama, menurutnya, harus menjadi yang terdepan dalam urusan yang kelihatannya remeh ini. Bayangkan jika dibiarkan, dibuang sembarangan, bumi akan disesaki popok bayi instan. Cara mencintai tanah air yang diberikan para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan keringat hingga nyawanya secara sederahana ialah tidak membuang sampah sembarangan.

Karena itu, ujar Gatot yang sudah melakukan uji coba dengan media tanam limbah popok bayi instan itu lagi, menjadikan limbah atau sampah anorganik seperti popok bayi instan sebagai media tanam otomatis akan membantu pemeliharaan lingkungan hidup yang merupakan pinjaman dari generasi mendatang.

“Tingkat pemakaian popok bayi instan dengan berbagai merk sekarang ini sangatlah banyak, apabila dimanfaatkan maka akan mengurangi sampah dan membantu menjaga lingkungan,”  ujar alumni Civic Education For Future Indonesian Leaders (CEFIL) Yayasan Satunama Yogyakarta itu lagi.

Ia menjelaskan, untuk menjadikan popok bayi instan sebagai media tanaman tidaklah sulit. Siapkan kantung plastik untuk menamam atau polyback, tapi bisa juga media lain seperti kaleng plastik bekas cat.

“Masukan saja sampah tersebut ke polyback, untuk ukuran 30 x30 cm bisa menampung kurang lebih 10 popok bayi instan. Setelah itu tambahkan tanah dan arang dibagian atasnya untuk menutup popok bayi instan tersebut dan siap gunakan untuk menanam kangkung atau cabe,” kata Gatot menjelaskan. (Disisi SF/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: