As’ad Said Ali: Saya Maju atas Permintaan para Kiai

Surabaya, Wakil Ketua Umum PBNU Dr H As’ad Ali Said mengadakan silaturrahim bersama para Pengurus Cabang NU se-Jatim. Acara yang digelar di Empire Palace Surabaya, Sabtu (25/06) itu dihadiri mayoritas Ketua Tanfidziyah PCNU se-Jatim.

“Ada sekitar 80 persen dihadiri langsung oleh Ketua PCNU dan 20 persen diwakilkan,” kata Rubaidi, Wakil Sekertaris PWNU Jatim.

Dalam kesempatan itu, As’ad meminta doa restu kepada PWNU dan PCNU se-Jatim untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-33 NU nanti.

“Saya mencalonkan diri sebagai ketua umum atas permintaan para kiai di Jawa dan di luar Jawa, termasuk kiai di Jatim, yang berada di Jember,” kata mantan Wakil Kepala BIN itu.

As’ad mengaku sudah melakukan silaturrahim dengan pengurus cabang NU di luar Jawa, seperti di Aceh, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Dan  silaturrahim di Jatim ini yang terakhir. Besok sambil pulang saya juga akan bersilaturrahim dengan PCNU se Jateng,” lanjutnya.

Dalam sesi dialog, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf menyampaikan pertanyaan menarik, apakah pencalonannya itu karena ia tidak jadi ditunjuk menjadi kepala BIN? Memang, sebelumnya nama As’ad muncul sebagai salah satu kandidat kepala BIN.

Menanggapi itu, As’ad menyatakan tidak pernah mengajukan diri sebagai calon Kepala BIN kepada Presiden Jokowi.

“Saat saya bertemu Presiden Jokowi, saya hanya diminta saran siapa yang pantas jadi kepala BIN, bukan saya ajukan diri atau ditawari presiden,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, tiga tawaran disampaikan As’ad untuk perbaikan NU ke depan jika ia nanti terpilih jadi Ketum PBNU. Yakni revitalisasi kelembagaan NU, membangun kemandirian NU, dan revitalisasi peran NU.

“Saat ini peran NU masih lemah. Secara politik, misalnya. Karena NU belum kuat, maka cukup puas hanya dikasih menteri-menteri pinggiran,” ucapnya memberi contoh.

Informasi yang diterima NU Online, Ahad (26/7) besok As’ad akan melanjutkan acara silaturrahim dengan semua PCNU yang ada di Jawa Tengah. Kegiatan akan digelar di pondok pesantren keluarganya yakni Pesantren Salafiyah Margoyoso Pati. (Rof Maulana/Hadi JM/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: