Asah Kembali Pena Pesantren dengan Kursus Jurnalistik

Semarang, Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengadakan Shortcourse (kursus pendek) Jurnalistik Santri Pondok Pesantren angkatan III di pesantren Al-Ishlah Mangkang, Semarang, Jawa Tengah. Angkatan kali ini dihadiri 80 santriwan-santriwati di sekitar kota Semarang dan kabupaten Kendal, Senin (12/10).

Kegiatan ini bertajuk ‘Membangkitkan Jejaring Citizen Journalism Komunitas Santri’. Hadir sebagai pemateri dari Tribun Jateng, Achiar M Permana dan , Mukhamad Zulfa materi dasar jurnalistik menjadi bahan obrolan selama sehari penuh.

Tradisi menulis dalam dunia pesantren tentunya tidak sekedar menulis segala catatan pembelajaran yang disajikan kiai pada santri tapi tradisi menulis dalam dunia pesantren harus mulai dibangun dari tradisi membaca, diskusi, meneliti dan menulis sekaligus mempublikasikan. 

“Ada semangat untuk mengasah kembali pena pesantren yang selama ini lusuh dan tersembunyi,” ungkap Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jawa Tengah, Mukhtasit yang hadir pada kesempatan tersebut.

Sejarah mencatat bagaimana para intelektual pesantren di nusantara ini telah mengawali tradisi menulis dalam lingkup dunia pesantren, sederet ulama pesantren seperti KH Nawawi al Bantani, KH Mahfudz at-Termasy, Hadhratus syaikh Hasyim As’yari Jombang, KH Asnawi Kudus, sampai dalam dimensi kekinian ada KH Sahal Mahfudh Pati, telah membuktikan bahwa rahim pesantren telah sukses melahirkan para penulis handal, yang dengan karya tulisnya mampu membantu masyarakat luas untuk berkomunikasi dengan peradaban Islam yang sangat komplek, sehingga melalui karya tulis yang dilahirkan para intelektual pesantren tersebut membuat masyarakat semakin mengenal Islam sekaligus memahami ajarana Islam secara lebih komprehensif. 

“Tokoh-tokoh seperti inilah yang menginspirasi kita untuk terus berkarya dengan pena,” tambah Mukhtasit yang juga aktif di Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.

Acara yang dibuka langsung oleh kepala bagian tata usaha Kemenag Jateng, H Andewi Susetyo ini sekaligus memberikan motivasi kepada peserta untuk terus berpartisipasi aktif dalam membangkitkan dunia penulisan santri. Selain itu, acara serupa sudah diselenggarakan di pesantren Al-Hikmah Pedurungan (9/10) dengan cakupan santriwan-santriwati Demak dan Semarang dan di pesantren Al-Asror (10/10) dengan menghadirkan santriwan-santriwati Semarang.

Panitia berharap dengan adanya kegiatan semacam ini akan memberikan kontribusi bagi santriwan-santriwati sekaligus kepada pesantren. Shortcourse Jurnalistik ini kedepan akan ada follow up dari pihak Kemenag untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik yang lebih baik di tahun depan. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: