Atasi Kekeringan dan Asap dengan Tindakan Dzohir-Batin

Pringsewu, KH Nasihin dalam Khutbah Istisqa ketika menjadi khotib Shalat Istisqa di Lapangan Pemda Kabupaten Pringsewu, Jumat siang (6/11) mengatakan, kondisi kemarau dan kabut asap yang berkepanjangan sekarang ini, perlu disikapi dengan melakukan tindakan nyata baik bersifat dzohir maupun batin.

“Tindakan bersifat dzohir sudah dilakukan oleh pihak pihak terkait seperti pemerintah dengan dibantu oleh masyarakat semisal dengan mengisolir titik api dilahan yang terbakar, membuat rekayasa hujan, melakukan penyiraman dengan pesawat atau tindakan lain yang dapat meminimalisir kabut asap,” jelas Rais Syuriyah PCNU Pringsewu ini.

Namun menurutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah usaha yang bersifat bathin seperti sholat Istisqa. “Usaha bersifat batin ini belum tentu bisa langsung dirasakan seketika oleh kita. Namun Sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa ada pihak lain yang berkehendak terjadinya kemarau panjang ini. Kita harus yakin bahwa Allah SWT lah yang berkehendak terhadap segala hal yang terjadi sekarang ini,” lanjutnya.

Untuk tindakan bathin ini, Kiai Nasihin mengajak seluruh warga khususnya Kabupaten Pringsewu untuk memperbanyak taubat, mendekatkan diri seraya berdoa kepadaNya dengan penuh keyakinan dan kepasarahan sekaligus Instropeksi diri. “Jangan jangan segala musibah yang terjadi pada saat ini merupakan ulah kita sehingga Allah menurunkan cobaan dikarenakan banyaknya dosa yang telah kita perbuat,” tuturnya.

Ketika Pelaksanaan Shalat yang di Imami oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Anwar Zuhdi, nampak Suasa terik matahari sebelum pelaksanaan, seketika berganti dengan mendung hitam tepat diatas Lapangan. Dan ketika khutbah dimulai, rintik hujan mulai berjatuhan dan bertambah deras tepat ketika khotib membacakan doa kutbah Istisqa.

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Pringsewu Hi Sujadi Saddad yang memimpin lantunan dzikir sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa dimulai. Dalam kesempatan tersebut juga, Ia mengingatkan jamaah untuk dapat menggunakan air dengan sebaik baiknya. “Selain untuk kepentingan kehidupan seperti pertanian dan lain sebagainya, mari gunakan air yang telah diturunkan dari langit untuk bersuci dan beribadah kepada Allah SWT sebagai wujud syukur kepada-Nya,” katanya.

Nampak hadir pula pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua Ormas Keagamaan dan segenap warga sekitar perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: