Bacalah Buku, Tanda Zaman, dan Alam Sekitar

Brebes, NU Online
Buku adalah adalah gerbang jendela dunia, kunci pembukanya adalah membaca. Siapa pun yang inngin sukses harus rajin membaca buku sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya. Tanpa itu, tak akan mampu mengikuti perkembangan peradaban masa lalu, kini, dan yang akan datang.

Demikian disampaikan Hj Idza Priyanti SE saat pencanangan “gerakan gemar membaca dan infaq 1000 judul buku” yang digelar MTs Negeri Model Brebes, di halaman sekolah setempat, Kamis (28/5).

Menurut Idza, kegemaran membaca harus dilatih sejak dini dengan berbagai langkah strategis dan dukungan orang tua, lingkungan, sekolah, pemangku kebijakan, masyarakat dan stakeholder lainnya.

Langkah yang ditempuh MTs N Model Brebes dengan pencanangan gemar membaca dan infaq 1000 judul buku menjadi momentum menarik untuk pengembangan budaya minat baca di Kabupaten Brebes. “Membaca, memerlukan dorongan baik dari dalam diri sendiri, llingkungan maupun guru dan orang tua sebagai tokoh panutan terdekat dari anak-anak kita,” tutur Idza.

Hal serupa disampaikan artis tahun 80-an Yessi Gusman bahwa kegemaran membaca mengalami perkembangan yang cukup signifikan, meskipun belum merata. Hal tersebut ditandai dengan masih belum majunya perpustakaan terutama perpustakaan sekolah. Untuk itu, diperlukan juga peran pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan budaya minat baca.

Termasuk kehadiran taman bacaan masyarakat harus lebih digiatkan lagi agar budaya minat baca makin merata. “Kami lihat di Brebes sudah bagus minat bacanya, terbukti dengan lahirnya penulis-penulis berbakat dan prestasi siswa yang tinggi sebagai wujud aktifnya membaca,” kata Yessi.

Launching ditandai dengan penandatangan prasasti dan penyerahan infaq. Infaq antara lain diberikan dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Yessi Gusman, Anggota Komisi Yudisial Taufiqurrahman Sahuri, para guru, orang tua siswa dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan ceramah peringatan Isra Miraj oleh KH Subekhan Makmun. Dalam ceramahnya, dia menghendaki pentingnya budaya baca dikalangan generasi muda. Bahkan perintah pertama yang diturunkan Al Quran adalah perintah membaca.

“Kita semua tahu, kalau membaca adalah perintah pertama diturunkannya Al Quran, yang artinya untuk mengetahui kehidupan dunia dan akherat diawali dengan membaca,” terang Kiai.

Membaca menurut kiai, adalah membaca secara dalam artian membaca buku dan juga membaca tanda-tanda zaman, membaca alam sekitarnya. Semua itu menjadi pembelajaran dan untuk dihindari atau dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Al Quran, sunah Rasul, ijma dan qiyas. “Dengan membaca maka ilmu akan terus melekat di dalam hati dan pikiran,” tandas kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

Kepala MTs N Model Brebes Drs H Muh Muntoyo MPd menjelaskan, gerakan gemar membaca dan infaq 1000 judul buku dikandung maksud untuk meningkatkan minat baca siswa. Gelaran ini sekaligus upacara pelepasan siswa Kelas IX MTs N Model Brebes, akhirusanah santri Boarding School MTs N Model Brebes, peringatan Isro Mikroj, Hari kebangkitan Nasional 2015.

Sebanyak 496 siswa kelas IX berhasil melaksanakan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015. Diharapkan lulus 100 persen sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yang akan diumumkan pada 10 Juni mendatang. (wasdiun/abdullah alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: