Bagi IPPNU Bondowoso, Hukum Turba “Fardhu ‘Ain”

Bondowoso,
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sejak dilantik, terbilang rajin menyabangi Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Komisariat (turba). Tujuannanya untuk pengayoman dan kaderisari.

Ketua PC IPPNU Bondowoso Robiatul Adawiyah menyebut pernah menyambangi PAC Telogo 2 kali, Jambesari dan Weringin, PAC Tegal Ampel 2 Kali dengan pembentukan Ketua IPPNU, ke SMA NU Bondowoso sampai 7 kali, Wonosari, ke Cermi 2 kali dan Curahdami.

Robik, panggilan akrabnya, mengaku sejak dilantik sebagai pengurus, bahkan sejak masih menjadi ketua dua (kaderisasi) periode 2012-2014 sudah melakulan hal itu. “Hampir semua pembentukan saya hadir. Selama masih sanggup membentuk PAC dan PK, maka turba “fardhu ‘ain” (kewajiban yang tak bids digantikan orang lain, red.) hukumnya,” katanya kepada Jum’at (18/12).

PAC dan Komisariat, kata dia, tidak cukup hanya dibentuk saja, tapi butuh pengayoman karena mereka masih banyak yang kurang mengerti. Jadi dari PC IPPNU sering turba mengarahkan bagaimana alurnya menjadi pengurus IPPNU.

Ia bercerita, dengan menyambangi PAC dan Komisariat, mereka antusias karena mereka merasa punya muara untuk menumpahkan beragam pertanyaan.

Robik menambahkan agenda terdekat di awal tahun 2016 akan mengadakan pelatihan batik tulis yang melibatkan pelajar putra putri dan remaja putri secara umum. Dari pelatihan tersebut, IPPNU ingin memberikan pengetahuan dan praktek untuk membuka lapangan pekerjaan. “Juga melestarikan budaya indonesia dan warisan nenek moyang,” tutupnya. (Ade Nurwahyu/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)