Banser Kampar Melangkah Jadi Bos

Jakarta,
GP Ansor Riau kembali mengadakan Diklatsar Banser angkatan ke-2 di pesantren Madinatul Ulum Al-Ishlah, desa Bina Baru kecamatan Kampar Kiri Tengah, kabupaten Kampar. Sebanyak 82 peserta dari Kampar dan Siak digembleng secara fisik dan dilatih berwirausaha. 

Dansatkorwil Banser Riau Ibadullah secara khusus menambahkan materi kewirausahaan dalam Diklatsar yang berlangsung Jumat-Ahad (2-4/10). Dalam materi bertajuk “Bagaimana Cara Menjadi Bos” itu, Ibadullah memaparkan bahwa Banser harus berpikir menjadi bos.

Menurutnya, tidak susah memulai usaha sendiri dengan penghasilannya yang lebih besar dibanding jadi karyawan. “Yang penting untuk memulai usaha itu jangan banyak rencana, tapi harus aksi,” tegasnya.

Selama ini banyak orang mau memulai usaha tapi hanya rencana ke rencana, tidak ada eksekusi. “Jangan ragu, Banser harus jadi bos semua selepas Diklatsar ini,” tandas pria yang berprofesi sebagai developer perumahan itu.

Sementara itu, Wakil Ketua GP Ansor Riau Purwaji menyambut baik adanya materi wirausaha di tengah Diklatsar Banser di Kampar. Selain tugas pokoknya, Banser sebagai tentara NU yang menjaga ulama dan NKRI, harus dibekali keterampilan mengembangkan bisnis sehingga mereka lebih sejahtera.

Pada Diklatsar Banser di pesantren asuhan abah KH Mujahidin dan Gus Sohir Izza itu juga diadakan Konfercab GP Ansor Kampar. Forum konferensi mengamanahkan Gus Wahid Arbai sebagai Ketua GP Ansor Kampar. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: