Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Jombang, Sebagian santri di Jawa Timur memanfaatkan momen Muktamar Ke-33 NU yang berpusat di alun-alun Jombang. Misalnya santri pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’in asuhan KH. Anwar Mansur, atau yang sering disebut dengan pondok Lirboyo.
 
Tepat di sisi kiri pintu utama auditorium muktamar, mereka membuka lapak lesehan sejak hari ke-2 muktamar. “Kami buka bazar kitab ini sejak kemarin. Dan malam ini kami juga mendatangkan buku-buku religi, ilmiah, dan fiksi hasil karya santri pondok Lirboyo sendiri,” terang Muhammad Khoirun Ni’am yang merupakan salah satu santri pada Senin malam (3/8).
 
Pengadaan bazar tersebut merupakan kerja sama mereka dengan koperasi pondok pesantren Hidayatut Thullab, Petuk, Kediri. Lebih dari seratus kitab mereka sediakan untuk hadirin muktamar sebagi oleh-oleh. “Ada 114 judul kitab yang kami jual, ditambah lagi puluhan judul buku berbahasa Indonesia karya santri pondok kami sendiri,” lanjut santri asal Jember itu.
 
Kepada NU Online Ni’am juga mengatakan bahwa para pendatang dari pelbagai daerah di muktamar itu memiliki daya minat yang cukup tinggi terhadap kitab kuning. “Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah dua kali mengambil ulang stok kitab yang kehabisan, terutama kitab tafsir. Keuntungan jualan ini ya lumayan,” terangnya.
 
Selain kitab dan buku, mereka juga menjual pelbagai barang yang biasa dibutuhkan para santri. Ada tasbih, kopiah, tas, hingga kayu siwak. Selain melayani pembeli yang langung kepanggih, baik yang membutuhkan buku maupun kitab kuning, para santri itu juga menyediakan jasa kirim paket kitab atau buku ke daerah lain. (Istahiyyah/Mahbib)
 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)