Belajar Demokrasi Ala Ranting Ansor Kejiwen

Wonosobo, NU Online
Tidak seperti biasanya pada Selasa malam bertempat di Mi Ma’arif Kejiwan terlihat meriah dengan kehadiran sahabat Ansor dan Banser. Ternyata di tempat tersebut sedang diadakan Konferensi Ranting untuk pemilihan Ketua Ansor periode 2015 – 2018.

“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ansor dan Banser Ranting Desa Kejiwan Kecamatan Wonosobo tanpa terkecuali, dari yang muda sampai yang tua, sehingga diharapkan akan memperoleh pemimpin yang bisa bekerja demi organisasi tercinta ini,” ungkap Sucipto, Komandan Banser Satkorkel Kejiwan.

“Kami menginginkan mulai dari tingkat Ranting sudah berlatih untuk berorganisasi dengan benar dengan memberikan hak yang sama pada semua anggota tanpa terkecuali, termasuk di Konferensi Ranting ini, Ansor dan Banser dilatih untuk menghargai persamaan dan perbedaan pendapat yang ada, semua boleh mencalonkan dan dicalonkan, asal tidak bertentangan dengan Peraturan Organisasi,” imbuhnya.

Ketua panitia Daryanto menambahkan bahwa kegiatan ini mustinya bisa menjadikan anggota semakin dewasa dalam menjalankan roda organisasi dan melaksanakan tugas pokok fungsinya, tanpa hanya bisa saling menunggu.

“Banser Ansor harus bisa mengimplementasikan dirinya dalam membaur dan bekerja untuk kemaslahatan masyarakat dan organisasi.”

“Kegiatan ini dihadiri oleh 105 anggota Ansor dan Banser yang ingin menyalurkan haknya untuk memilih pemimpin mereka sendiri,” imbuhnya.

Hadir pula perwakilah Ranting yang ada di Kecamatan Wonosobo, Pengurus PAC GP Ansor, jajaran syuriyah dan tanfidziyah NU Ranting Kejiwan serta Fatayat dan Muslimat.

Menurut K. Mukhlisin kegiatan ini adalah sarana latihan dalam mengedepankan akhlaqul karimah di berbagai keegiatan yang dilaksanakan oleh Ansor dn Banser.

“Jangan sekedar ingin jadi komandan maka cara-cara yang dilakukan keluar dari koridor akhlaq yang menjadi ciri khas NU.”

“Kita ini organisasi yang besar, kita ini adalah satu kesatuan yang harus kuat, jangan mudah terpecah belah dan diadu domba karena sebagai kader muda di garda terdepan, kita harus bisa meniru perbuatan dari KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbulloh dan tokoh NU yang lain dalam berorganisasi,” katanya.

Setelah melalui persidangan dari 5 kandidat, akhirnya terpilih sebagai ketua adalah Hasanudin didampingi Gunawan dan Fatchurrohman sebagai formatur yang dalam waktu satu minggu ke depan bertugas menyusun kepengurusan Ansor Kejiwan secara lengkap sekaligus melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program-program organisasi. (Herry BH/Mukafi Niam) 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)