Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun

Jakarta,
Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar PCNU Kota Bandung KH R Amin Faqih Burhan wafat (ngantunkeun) di Rumah Sakit Al-Islam Kota Bandung pagi ini Sabtu (21/11) sekitar pukul 08.30. almarhum wafat pada usia 75 tahun meninggalkan tiga putra dan empat putri.

Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil mengungkapkan kehilangan Kiai Amin yang merupakan pengasuh pesantren Cijawura (salah satu pesantren tua di Bandung), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Bandung, warga NU, dan masyarakat pada umumnya.

“Saya alumni dari sini (pesantern Cijawura) tahu, bahwa beliau ini sosok yang diterima seluruh masyarakat dan kalangan manapun. Termasuk kalangan pemerintahan,” katanya ketika diihubungi Sabtu siang.

Sebagai seorang alumninya, Kiai Amin tak pernah bosan menasihatinya tentang satu hal tiap bertemu dengannya. Terutama dalam menjalankan organisasi seperti NU.  

“Sing bisa ngigelana. Artinya kita harus mampu bertindak dan bersikap dalam segala situasi. Bukan plin-plan, bukan tidak mengikuti aturan, tapi dalam melaksanakan aturan itu harus arif dan bijaksana,” begitu Kiai Maftuh menirukan nasihat Kiai Amin.  

Kiai Maftuh menilai bahwa Kiai Amin, selain sangat menguasai ilmu-ilmu pesantren, ia adalah sosok kiai yang sederhana. Saat ini, sosok kesederhanaannya patut untuk diteladani sebab sekarang orang-orang bergerak ke arah glamor.

Gaya hidup glamor, lanjut Kiai Maftuh, salah satu penyebab rakus yang mendorong juga pada sifat lain seperti korupsi, yang berdampak pada kekisruhan ekonomi dan politik. “Sebenarnya koruptor itu terjadi dari sikap yang tidak sederhana.

Ia berharap agar sepeninggal wafatnya Kiai Amin, Pesantren Cijawura tetap maju dan tak pernah berhenti menjadi pesantren pencetak kader ke depan. Insya Allah putranya yang akan melanjutkan.

Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kota Bandung Agustani Kirtadireja juga mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. “Saya merasa kehilangan beliau,” katanya ketika dihubungi .

Menurut dia, almarhum sangat berjasa bagi NU. Ia adalah kiai yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan NU. “Tiga kali Konfercab PCNU beruturut-turut digelar di pesantrennya,” uangkapnya.

Sebagaimana Kiai Maftuh, Agus yang Ketua IKA PMII Kota Bandung, tersebut berharap agar Pesantren Cijawura yang terletak di Margasari, Buah Batu, Kota bandung, tetap maju.

Sebagai bakti pelepasan terakhir, lanjut dia, GP Ansor mengirimkan belasan Banser untuk turut membantu prosesi pemakanan dan pengaturan lalu-lintas. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: