Bersama Lakpesdam Batang, Kemenaker Tanggulangi Pengangguran

Batang, Menyikapi tingginya angka penganguran di Indonesia, Pemerintah melalui Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal Ditjen Binapenta dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI menyelenggarakan kegiatan Gerakan Penanggulangan Pengangguran dan Sosialisasi Tenaga Kerja Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Binapenta Kemenaker RI, Dinsonakertrans Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Batang, Kepala Dinsosnakertrans Batang, Anggota DPRD Kabupaten Batang, jajaran Muspika Kecamatan Limpung, tokoh agama dan tokoh masyarakat, kepala desa se-kecamatan limpung dan kepala SLTA se-Kab. Batang.

Kegiatan yang ini dilaksanakan di Desa Kepuh Kecamatan Limpung, 18-19 Oktober 2015, terselenggara atas kerja sama  Kemenaker RI, Dinsosnakertrans dan Pimpinan Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Batang. Berbagai rangkaian kegiatan ikut memeriahkan kegiatan ini. Di antaranya adalah Pentas seni Marching Pring (bambu), Barongan dan Majlis Dzikir dan sholawat Rijalul Ansor se-Kabupaten Batang.

Pada puncak acara disemarakkan dengan kegiatan jalan sehat oleh Wakil Bupati Batang, Soetadi yang diikuti oleh 5000 peserta dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Pengunjung juga dimanjakan dengan suguhan pameran berbagai produk lokal dan kerajinan dari 30 Stand UKM di Kabupaten Batang.

Dirjen dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi seluruh masyarakat akan pentingnya berdikari dalam penguatan ekonomi. “Dengan mandiri, kita tidak akan selalu memiliki tergantungan kepada orang lain. Terlebih para generasi muda”. Tambahnya.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Batang, Sugiatmo, memaparkan bahwa kegiatan GGP tidak hanya berhenti disini saja, tetapi harus ada pembinaan berkelanjutan terkait dengan perluasan kesempatan kerja, terutama bagi kalangan muda yang rentan terhadap meningkatnya angka pengangguran.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan Sosialisasi TKI di Gedung MWC NU Kecamatan Limpung. Kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari mantan TKI, Perusahaan Jasa TKI, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perwakilan kepala-kepala desa. Pemateri sosialisasi TKI dari Dinsosnakertrans Kabupaten Batang dan Kemenaker RI.

Budi, pemateri dari Kemenaker menyampaikan kepada calon TKI harus selektif dalam memilih PJTKI, negara tujuan dan status pekerja. “Jangan sampai kita jauh merantau, ternyata kita tertipu dan terjebak di negara orang lain, lantaran ilegal. Tidak hanya bapak/ibu yang repot, tetapi pemerintah juga ikut kerepotan,” katanya.  (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: